Menteri Angkatan Bersenjata Prancis Alice Rufo mengatakan intervensi militer di Iran bukanlah pilihan utama Prancis. Ancaman intervensi militer Amerika Serikat (AS) mencuat di mana pihak berwenang Iran melancarkan penindakan brutal terhadap para demonstran yang menewaskan ribuan orang.
"Saya pikir kita harus mendukung rakyat Iran dengan cara apa pun yang kita bisa," kata Alice Rufo dalam siaran politik 'Le Grand Jury' dilansir AFP, Senin (26/1/2025).
Namun, "intervensi militer bukanlah pilihan utama" bagi Prancis, katanya, menambahkan bahwa "terserah rakyat Iran untuk menyingkirkan rezim ini".
Rufo menyesalkan betapa sulitnya mendokumentasikan kejahatan massal yang dilakukan rezim Iran terhadap penduduknya karena pemadaman internet yang meluas.
Lebih dari 90 juta penduduk Iran sebagian besar terputus dari internet sejak pihak berwenang memberlakukan pemadaman pada 8 Januari di tengah protes besar-besaran yang melanda negara itu.
Di bawah kedok pemadaman listrik, mereka melancarkan penindakan keras terhadap para demonstran, dengan kelompok hak asasi manusia mendokumentasikan beberapa ribu orang tewas dan LSM Iran Human Rights yang berbasis di Norwegia mengatakan angka akhirnya bisa mencapai lebih dari 25.000.
(rfs/rfs)


