Di tengah masyarakat modern, gelar akademik sering dipandang sebagai simbol kecerdasan dan kesuksesan. Seseorang yang bergelar sarjana, magister, atau doktor kerap diasumsikan memiliki kehidupan yang mapan, termasuk dalam hal keuangan. Namun, realitas menunjukkan bahwa gelar akademik yang tinggi tidak selalu berbanding lurus dengan kecerdasan finansial. Tidak sedikit lulusan perguruan tinggi yang masih kesulitan mengatur keuangan, terjebak utang, atau hidup tanpa perencanaan finansial yang matang.
Kecerdasan finansial bukan sekadar kemampuan menghasilkan uang, melainkan keterampilan mengelola, mengalokasikan, dan mengembangkan uang secara bijak. Hal ini mencakup kemampuan membuat anggaran, menabung, berinvestasi, memahami risiko keuangan, serta membedakan kebutuhan dan keinginan. Sayangnya, aspek-aspek ini sering kali tidak menjadi bagian utama dalam kurikulum pendidikan formal. Pendidikan lebih menekankan penguasaan teori dan keahlian akademik, sementara literasi keuangan kerap dianggap sebagai urusan pribadi yang akan dipelajari dengan sendirinya.
Banyak individu dengan gelar tinggi memiliki penghasilan yang relatif besar, tetapi gaya hidup yang tidak seimbang membuat kondisi keuangan mereka rapuh. Fenomena “besar pasak daripada tiang” sering terjadi ketika peningkatan pendapatan tidak diiringi dengan peningkatan kesadaran finansial. Gaji habis untuk cicilan, konsumsi berlebihan, dan tuntutan gaya hidup, tanpa menyisakan ruang untuk tabungan atau investasi. Dalam kondisi seperti ini, gelar akademik justru gagal menjadi pelindung dari masalah finansial.
Sebaliknya, ada pula individu yang tidak memiliki gelar akademik tinggi, tetapi mampu mengelola keuangannya dengan sangat baik. Mereka memahami pentingnya menabung sejak dini, berhati-hati dalam berutang, serta berani mengambil keputusan investasi yang terukur. Kecerdasan finansial mereka dibentuk oleh pengalaman, kebiasaan, dan kemauan untuk terus belajar, bukan semata-mata oleh bangku kuliah. Hal ini menunjukkan bahwa kecerdasan finansial lebih bersifat praktis dan kontekstual daripada akademis.
Salah satu penyebab utama rendahnya kecerdasan finansial di kalangan lulusan perguruan tinggi adalah minimnya pendidikan literasi keuangan sejak usia muda. Banyak orang baru menyadari pentingnya perencanaan keuangan setelah menghadapi masalah, seperti kesulitan membayar cicilan, kehilangan pekerjaan, atau kebutuhan mendesak lainnya. Padahal, literasi keuangan seharusnya menjadi bekal dasar, sama pentingnya dengan kemampuan membaca dan berhitung.
Selain itu, budaya sosial juga turut memengaruhi cara seseorang mengelola keuangan. Tekanan untuk terlihat sukses, mapan, dan “berhasil” sering mendorong individu mengorbankan kesehatan finansial demi citra sosial. Gelar akademik kemudian menjadi alat legitimasi gaya hidup, bukan sarana untuk membangun kemandirian finansial. Dalam situasi ini, kecerdasan finansial kalah oleh kebutuhan akan pengakuan sosial.
Menyadari bahwa gelar akademik bukan jaminan kecerdasan finansial seharusnya menjadi refleksi bersama, terutama bagi dunia pendidikan. Perguruan tinggi perlu mulai memasukkan literasi keuangan sebagai bagian dari pembelajaran lintas disiplin. Mahasiswa, apa pun jurusannya, perlu dibekali pemahaman dasar tentang pengelolaan keuangan pribadi agar siap menghadapi realitas kehidupan setelah lulus.
Di tingkat individu, penting untuk mengubah cara pandang terhadap uang dan pendidikan. Gelar akademik sebaiknya dilihat sebagai alat untuk membuka peluang, bukan sebagai penentu mutlak kesuksesan finansial. Kecerdasan finansial menuntut kerendahan hati untuk belajar, kedisiplinan dalam mengatur pengeluaran, serta keberanian merencanakan masa depan dengan realistis.
Pada akhirnya, kesuksesan finansial tidak ditentukan oleh seberapa panjang gelar di belakang nama, melainkan oleh seberapa bijak seseorang mengelola apa yang dimilikinya. Gelar akademik dapat membuka pintu, tetapi kecerdasan finansial lah yang menentukan apakah seseorang mampu bertahan, berkembang, dan hidup dengan tenang secara ekonomi.

/https%3A%2F%2Fcdn-dam.kompas.id%2Fimages%2F2026%2F01%2F26%2Fd6d212464c8aa9c147a273d15cde4f33-29051ec1_e1ae_4674_96df_cf0614765c2e.jpeg)


