Seorang ibu dengan akun Instagram @hanantyas membagikan video kondisi kulit bayinya yang tampak memiliki bercak cokelat di bagian kaki dan tangan. Dalam keterangan video tersebut, sang ibu menyebut bahwa buah hatinya mengalami kondisi full tanda lahir.
Unggahan ini memicu beragam pertanyaan dari warganet, benarkah kondisi tersebut bisa disebut tanda lahir dan apakah berbahaya?
Video Bayi Penuh Bercak Cokelat, Ini Penjelasan DokterDokter Spesialis Anak, dr. Aisya Fikritama, Sp.A, menyebut bahwa jika dilihat dari foto dan video, memang tampak bercak-bercak cokelat pada kulit bayi tersebut. Kondisi seperti ini cukup sering membuat orang tua merasa khawatir. Namun, pada sebagian besar kasus, bercak tersebut sebenarnya tidak berbahaya.
“Anak dalam video tersebut kemungkinan mengalami kondisi apa? Kemungkinan paling besar, bayi tersebut memiliki tanda lahir pigmen, yang dalam istilah medis disebut café-au-lait spots,” ucap dr. Aisya saat dihubungi kumparanMOM, Jumat (23/1).
Café-au-lait spots merupakan bercak cokelat pada kulit dengan permukaan rata, tidak menonjol, serta tidak menimbulkan rasa gatal maupun nyeri. Tanda lahir ini dapat muncul sejak lahir atau saat bayi masih kecil, bukan merupakan penyakit, dan tidak menular.
Bercak café-au-lait spots bisa muncul hanya satu atau dua pada sebagian anak. Namun, pada anak lainnya, jumlahnya memang bisa terlihat cukup banyak, seperti yang tampak dalam video tersebut. Meski terlihat mencolok, kondisi ini umumnya tidak memengaruhi kesehatan anak.
Lalu, apa yang perlu dilakukan orang tua?Kabar baiknya, café-au-lait spots tidak memerlukan pengobatan khusus. Tanda lahir ini tidak berbahaya, tidak berisiko berubah menjadi kanker, serta tidak mengganggu tumbuh kembang anak. Oleh karena itu, orang tua tidak perlu menggunakan krim, salep, atau obat tertentu.
“Jadi orang tua tidak perlu panik atau buru-buru mencari pengobatan,” tuturnya.
Meski begitu, kondisi ini tetap perlu dipantau. Orang tua disarankan untuk berkonsultasi langsung dengan dokter anak, mencatat jumlah dan ukuran bercak, serta memantau tumbuh kembang anak secara rutin.
Biasanya dokter hanya akan menyarankan observasi berkala, terutama jika jumlah bercaknya cukup banyak. Pemantauan ini dilakukan bukan karena kondisi tersebut berbahaya, melainkan agar bila suatu hari muncul tanda lain, dapat terdeteksi lebih awal, Moms.

/https%3A%2F%2Fcdn-dam.kompas.id%2Fimages%2F2026%2F01%2F26%2F5f3dd4c81f4855527163f39216182fc2-20260126eng03.jpeg)

