Harga Emas Tembus Rekor US$5.000, Cek Saham ANTM, BRMS, MDKA Cs

bisnis.com
4 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — Kenaikan harga emas global diproyeksikan memberikan katalis positif bagi emiten pertambangan emas di Bursa Efek Indonesia (BEI), seperti ANTM, BRMS, MDKA, ARCI, hingga PSAB. 

Harga emas di pasar spot tercatat mencetak rekor tertinggi sepanjang masa (all-time high/ATH) dengan menembus level US$5.000 per troy ounce pada perdagangan Senin (26/1/2026) pagi. Penguatan ini dipicu oleh meningkatnya eskalasi ketidakpastian geopolitik dan kebijakan perdagangan Amerika Serikat.

Berdasarkan data Bloomberg, harga emas spot menguat 1,25% ke kisaran US$5.049,9 per troy ounce. Sementara itu, harga emas berjangka Comex AS kontrak April 2026 juga menguat 1,24% ke US$5.079,20 per troy ounce.

Investment Analyst Stockbit Sekuritas Theodorus Melvin menyatakan sentimen utama penguatan emas bersumber dari kekhawatiran investor terhadap kebijakan luar negeri Presiden Amerika Serikat Donald Trump, termasuk ancaman tarif 100% terhadap Kanada jika melanjutkan kesepakatan dagang dengan China.

“Saat ini, investor menanti keputusan Trump terkait pemilihan calon ketua The Fed berikutnya untuk menggantikan Jerome Powell yang masa jabatannya akan berakhir pada Mei 2026,” ujarnya dalam riset, Senin (26/1/2026). 

Baca Juga : Harga Emas Antam Hari Ini, 26 Januari 2026 di Pegadaian: Per Gram Capai Rp3,16 Juta

Pada pekan lalu, Trump mengeklaim telah mewawancarai sejumlah kandidat potensial. Jika terpilih figur yang cenderung dovish, ekspektasi pemangkasan suku bunga lebih lanjut pada tahun ini diprediksi akan meningkat.

Seiring hal tersebut, Melvin menuturkan bahwa reli harga komoditas safe-haven ini berpotensi meningkatkan harga jual rata-rata (average selling price/ASP) sejumlah emiten tambang emas dalam jangka pendek. 

Sejumlah emiten yang diprediksi turut merasakan dampak positif dari tren ini di antaranya saham PT Bumi Resources Minerals Tbk. (BRMS), PT Archi Indonesia Tbk. (ARCI), dan PT Merdeka Copper Gold Tbk. (MDKA). 

Selain itu, saham PT J Resources Asia Pasifik Tbk. (PSAB), PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM), serta PT Hartadinata Abadi Tbk. (HRTA). Selain harga jual rata-rata, tren ini juga diekspektasikan mendorong volume transaksi perseroan. 

“Kenaikan harga emas berpotensi memberikan sentimen positif jangka pendek bagi emiten di sektor emas karena berpotensi meningkatkan harga jual rata–rata (ASP) dan volume transaksi,” pungkas Melvin. 

 

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab atas kerugian atau keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Link Live Streaming Crystal Palace Vs Chelsea Malam Ini, Mulai Jam 21.00 WIB
• 20 jam lalukompas.tv
thumb
Komandan IRGC Ingatkan AS: Kami Lebih Siap dari Sebelumnya, Jari Sudah Berada di Pelatuk
• 20 jam lalurepublika.co.id
thumb
WNI Jadi Tentara AS dan Rusia, Menko Yusril: Status WNI Tidak Hilang secara Otomatis
• 1 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Waspada! 5 Penyakit Ini Kerap Menyerang Anak di Musim Hujan
• 23 jam lalukumparan.com
thumb
Breaking News! Luwu Raya Kembali Bergolak
• 7 jam laluharianfajar
Berhasil disimpan.