Bisnis.com, KUNINGAN - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini potensi cuaca ekstrem berupa hujan lebat disertai angin kencang yang diperkirakan melanda wilayah Jawa Barat bagian timur, termasuk Kabupaten Kuningan dalam beberapa hari ke depan.
Kondisi ini berpotensi meningkatkan risiko bencana hidrometeorologi, terutama pohon tumbang, longsor, dan gangguan aktivitas masyarakat.
BMKG mencatat, potensi cuaca ekstrem tersebut dipicu oleh kombinasi sejumlah faktor atmosfer, di antaranya keberadaan Bibit Siklon Tropis 91S dan 92P yang terpantau di Samudra Hindia selatan Nusa Tenggara Barat dan Teluk Carpentaria.
Sistem ini membentuk serta memperkuat daerah konvergensi dalam skala luas di wilayah selatan Indonesia, termasuk Pulau Jawa.
Selain itu, dalam sepekan ke depan terdapat indikasi peningkatan aktivitas Monsun Asia yang disertai Cross Equatorial Northerly Surge (CENS) yang diprediksi menguat. Kondisi tersebut menyebabkan massa udara lembap dari belahan bumi utara melintasi ekuator dengan lebih cepat menuju wilayah selatan Indonesia, sehingga meningkatkan potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai angin kencang.
Menindaklanjuti prakiraan tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kuningan mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, khususnya terhadap potensi pohon tumbang di kawasan permukiman maupun sepanjang jalur transportasi.
Baca Juga
- BMKG Prediksi Hari Ini, Jakarta Bakal Diguyur Hujan Ringan
- BMKG Prediksi Jabodetabek Masih Diguyur Hujan Lebat, Status Siaga
- BMKG Minta Nelayan Waspadai Gelombang Tinggi di Laut Hingga 4 Meter
Kepala Pelaksana BPBD Kuningan, Indra Bayu Permana meminta para lurah dan kepala desa agar aktif mengingatkan warga melakukan langkah pencegahan dini, terutama bagi masyarakat yang memiliki pohon besar di sekitar rumah.
“Pohon dengan dahan terlalu lebat agar segera dipangkas. Sementara pohon yang sudah tua, lapuk, miring, dan berisiko roboh sebaiknya ditebang untuk mencegah kerugian maupun korban jiwa,” kata Indra, Senin (26/1/2026).
Indra menjelaskan, wilayah Kuningan yang berada di lereng dan sekitar Gunung Ciremai memiliki kerawanan tersendiri saat terjadi angin kencang dan hujan lebat. Vegetasi dengan akar yang mulai melemah, terutama di tanah yang jenuh air, berpotensi mudah tumbang dan membahayakan warga.
Selain di lingkungan permukiman, BPBD juga mewaspadai keberadaan pohon-pohon besar di sepanjang ruas jalan utama maupun jalan penghubung antarkecamatan. Menurut Indra, pihaknya terus berkoordinasi dengan dinas teknis terkait untuk melakukan pemantauan serta penanganan di titik-titik rawan.
“Kami mengajak masyarakat untuk aktif memantau kondisi di lapangan. Pemangkasan dilakukan seperlunya sesuai situasi dan kondisi agar tidak menimbulkan dampak lanjutan, seperti kemacetan dan gangguan aktivitas lainnya,” ujarnya.
BPBD juga mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati dalam merencanakan berbagai aktivitas, terutama perjalanan darat, laut, dan udara, serta kegiatan luar ruangan seperti aktivitas wisata di kawasan pegunungan dan alam terbuka.
Berdasarkan pembaruan prospek cuaca BMKG periode 22–29 Januari 2026, kondisi cuaca di Indonesia umumnya didominasi hujan ringan hingga hujan lebat. Masyarakat diimbau untuk terus memantau informasi cuaca terkini dan segera melaporkan kejadian darurat kepada pihak berwenang guna meminimalkan risiko dan dampak bencana.




