HARIAN FAJAR, PANGKEP- program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menjadi sorotan setelah diduga terdapat peluru hekter atau staples pada menu makanan yang dibagikan kepada siswa di salah satu SMP di Pangkep.
Dugaan tersebut mencuat usai beredarnya video seorang siswa di media sosial, sekaligus menandai insiden serupa dari dapur SPPG Tumampua yang tercatat telah terjadi untuk ketiga kalinya.
Dalam video tersebut terlihat salah seorang siswa mengatakan bahwa, ini lihat, menyatu sama Tempe, eh Tahu. Bagaimana ini?,” sebutnya.
Dari penelusuran FAJAR, makanan tersebut berasal dari dapur SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi) Tumampua, penyedia MBG bagi sejumlah sekolah di wilayah Kecamatan Pangkajene, termasuk untuk SMPN 1 Pangkajene.
Kepala SPPG Tumampua, Mar’atul Islam, saat dikonfirmasi mengakui adanya video tersebut dan menyebut pihaknya baru mengetahui kejadian itu setelah video menyebar.
“Kami masih terus selidiki, karena kami di dapur tidak pakai hekter,” jawabnya.
Namun, penelusuran FAJAR, kejadian dari SPPG ini bukan yang pertama. Berdasarkan data yang dihimpun, insiden bermasalah terkait distribusi MBG dari dapur SPPG Tumampua telah terjadi sebanyak tiga kali. Pertama pada Oktober 2025, kemudian kembali terjadi pada akhir Desember 2025, dan kini terulang lagi pada Januari 2026.(fit)



/https%3A%2F%2Fcdn-dam.kompas.id%2Fphoto%2Fori%2F2026%2F01%2F26%2F6aa6afa5-484f-487c-b7c9-49ca43967fd2.jpeg)
