Tumpukan sampah yang memadati Jalan Kembangan Baru, Jakarta Barat, mulai diangkut ke Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Bekasi. Sampah tersebut berupa sofa, kasur, hingga pakaian.
“Secara proses, secara bertahap kami akan angkut ke Bantargebang,” kata Wali Kota Jakarta Barat, Iin Mutmainnah, saat meninjau pengerukan Kali Sepak di Kembangan, Jakarta Barat, Senin (26/1).
Iin menyebut, sebelumnya pihaknya telah mengangkut 20 truk sampah.
“Kemarin, pada hari Minggu, sudah 20 truk sampah yang kami bawa. Jadi tumpukan yang mungkin teman-teman lihat itu memang sedang dalam proses untuk kami angkut ke Bantargebang,” ucapnya.
Menurut Iin, saat banjir mulai surut, pihaknya telah memonitor wilayah terdampak tumpukan sampah pascabanjir. Pengangkutan sampah mulai dilakukan sejak Sabtu (24/1).
“Kemudian kami bersama tim, khususnya di sini leading sector-nya adalah Sudin LH (Suku Dinas Lingkungan Hidup) bersama UKPD (Unit Kerja Perangkat Daerah) terkait dan unsur wilayah, membantu masyarakat dalam pengangkutan sampah,” jelasnya.
“Pada hari Minggu kami kerja bakti, bersih-bersih lingkungan. Sampahnya cukup banyak, luar biasa banyak,” imbuh Iin.
Cerita Warga
Menurut penuturan warga setempat, tumpukan sampah tersebut berasal dari barang-barang milik warga yang rusak dan terendam banjir. Sampah kemudian dikumpulkan di pinggir jalan karena keterbatasan lahan penampungan sementara.
Keberadaan tumpukan sampah itu membuat akses kendaraan di Jalan Kembangan Baru terganggu. Ruas jalan yang biasanya dapat dilalui dua arah kini hanya bisa dilewati satu jalur, sehingga kerap menimbulkan kepadatan lalu lintas.
Diketahui, sampah tersebut berasal dari tiga rukun warga (RW) di wilayah Kembangan yang terdampak banjir. Warga berharap pengangkutan dapat segera diselesaikan agar aktivitas dan mobilitas kembali normal.


:strip_icc()/kly-media-production/medias/5481226/original/052597200_1769082293-PSIM_Yogyakarta_Vs_Persebaya_Surabaya.jpg)

