Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo menyatakan seluruh ruas jalan nasional di wilayah terdampak bencana di Sumatera telah kembali fungsional 100 persen. Sementara itu, pemulihan jalan daerah rata-rata telah mencapai sekitar 90 persen.
Hal tersebut disampaikan Dody dalam rapat koordinasi Percepatan Rehabilitasi Pascabencana Sumatera bersama kementerian dan lembaga terkait di Kantor Kementerian Dalam Negeri, Jakarta Pusat, Senin (26/1).
“Jalan nasional kita memang paksakan bisa fungsional 100% secepat-cepatnya. Dan alhamdulillah, terakhir itu di 30 Desember, Pak, 30 Desember 2025, semua jalan nasional itu bisa fungsional, Pak. Memang, memang yang kita kejar hari ini, kemarin itu adalah fungsionalnya dulu, Pak. Agar logistik itu bisa, bisa lancar, Pak,” ujar Dody.
Meski demikian, ia menyebut masih terdapat satu ruas jalan nasional yang membutuhkan penanganan lanjutan, yakni ruas Tarutung–Sibolga di Sumatera Utara, yang hingga kini masih dalam status tanggap darurat.
“Untuk ruas jalan nasional sendiri, sampai detik ini yang masih kita harus berjuang adalah satu ruas di Sumut. Tarutung-Sibolga. Itu memang sekarang sudah sebetulnya masih tanggap darurat,” katanya.
Dody menjelaskan, sejumlah jembatan fungsional yang dibangun saat fase tanggap darurat kini mulai dikerjakan secara permanen. Langkah itu diambil karena jembatan sementara hanya mampu menahan beban 10 hingga 20 ton, sementara sebelumnya jalur tersebut merupakan akses logistik nasional dengan kapasitas kendaraan berat.
“Nah itu, dengan, dengan jembatan-jembatan fungsional yang maksimum hanya bisa dilalui 10 sampai 20 ton, kami sering dikomplain. Pak, tim Bapak juga sering komplain ke kami, kapan ini dibuat permanennya,” ucap Dody.
Ia menambahkan, Kementerian PU secara berkala melakukan pengecekan struktur jembatan fungsional setiap dua pekan untuk mencegah risiko ambruk akibat kendaraan dengan muatan berlebih.
“Jembatan-jembatan fungsional ini secara berkala, secara dua mingguan kita cek, Pak, strukturnya. Dan biasanya tiap dua minggu itu pasti kita harus lakukan perkuatan, Pak,” jelasnya.
Untuk kondisi jalan daerah, Dody menyebut sebagian besar sudah kembali berfungsi meski masih terdapat ruas-ruas di wilayah pedalaman yang mengalami kerusakan berat, bahkan hilang akibat bencana.
“Jadi per hari ini jalan nasional saya infokan lagi sudah 100%. Jalan, jalan daerah itu sudah boleh dibilang sudah 90%. Memang jalan-jalan yang masuk-masuk ke dalam memang masih banyak yang kurang,” katanya.
Selain jalan, Dody juga melaporkan jembatan nasional telah terhubung secara fungsional 100 persen. Namun, jembatan daerah baru mencapai sekitar 43 persen dan saat ini tengah dipercepat melalui pembangunan jembatan perintis, termasuk jembatan gantung di wilayah terpencil.
“Jembatan nasional demikian juga. Jembatan nasional 100% sudah, sudah terhubung secara fungsional, Pak. Cuma jembatan-jembatan daerah memang baru, baru terhubung sekitar 43%,” ujar Dody.
Dalam rapat tersebut, Dody juga memaparkan progres penanganan sungai, muara, sistem penyediaan air minum (SPAM), sanitasi, hingga rencana kebutuhan anggaran rehabilitasi dan rekonstruksi di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat yang diperkirakan mencapai hampir Rp 74 triliun.




