jpnn.com, CISARUA - Wajah lelah bercampur harap tergambar jelas dari raut Asep Heri (45 tahun).
Pria asal Ciwidey, Kabupaten Bandung itu masih setia bertahan di lokasi longsor Kampung Pasir Kuning, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB), demi menemukan putri tercintanya, Tasya (7 tahun).
BACA JUGA: Tim DVI Masih Identifikasi 8 Jenazah Korban Longsor Cisarua KBB
Sudah hari ketiga Asep terjun langsung membantu Tim SAR Gabungan melakukan pencarian.
Pada Senin (26/1) sekitar pukul 10.00 WIB, proses evakuasi terpaksa dihentikan sementara karena cuaca yang tidak bersahabat.
BACA JUGA: Longsoran Tutupi Area 26 Hektare, Basarnas Hadapi Dua Mahkota Longsor Cisarua
Di sela waktu jeda itu, Asep duduk sejenak di sebuah kebun kecil tak jauh dari titik pencarian Sektor A1, menenggak segelas kopi untuk sekadar menguatkan diri.
Meski berusaha terlihat tegar, kegelisahan tak mampu sepenuhnya dia sembunyikan.
BACA JUGA: HUT ke-56, Pelita Air Bagi-Bagi Tiket Gratis ke Singapura & Lombok
Hingga hari ketiga, Tasya putrinya belum juga ditemukan. Namun, di tengah kepasrahan Asep mengaku masih menyimpan harapan akan adanya mukjizat.
"Iya, saya terjun langsung mau nyari anak saya yang belum ditemukan," kata Asep.
Kabar duka longsor itu pertama kali diketahui anak sulungnya pada Sabtu (24/1) pagi. Mendengar kabar tersebut, Asep langsung bergegas dari rumahnya di Ciwidey menuju lokasi kejadian untuk memastikan kondisi putrinya yang saat itu sedang menginap di rumah pamannya.
Setibanya di Kampung Pasir Kuning, hati Asep hancur. Puluhan rumah tampak rata dengan tanah akibat tertimbun longsor.
Sekitar 30 rumah terdampak, termasuk tempat di mana Tasya menginap bersama paman, bibi, dan sepupunya.
"Di rumah itu ada empat orang. Anak saya, paman dan bibi, sama satu anak kecil," tuturnya.
Dalam proses pencarian, Asep turut menyaksikan langsung ditemukannya sang paman dan bibi, Deni dan Ani, beserta anak mereka yang masih kecil.
Pemandangan itu membekas kuat di benaknya. Ani ditemukan dalam kondisi memeluk erat anak perempuannya.
"Posisinya ibunya memeluk anaknya seperti sedang melindungi. Anak perempuannya seperti sedang sujud. Rambutnya masih bersih, bajunya juga kering. HP juga ketemu masih aktif," ujarnya.
Asep pun meyakini posisi putrinya yang tidak jauh dari lokasi ditemukannya sang paman dan bibi. Dia bertekad bertahan di lokasi hingga Tasya ditemukan, apa pun kondisinya.
"Saya pasti bertahan nyari terus bareng petugas. Saya juga terima kasih sama semua petugas dan relawan yang sudah berjuang," pungkasnya. (mcr27/jpnn)
Redaktur : Yessy Artada
Reporter : Nur Fidhiah Sabrina



/https%3A%2F%2Fcdn-dam.kompas.id%2Fimages%2F2025%2F08%2F28%2F3a804f908836d45a60d481fbf1044d92-cropped_image.jpg)