Menerawang Peluang PSI Mengubah Kandang Banteng menjadi Kandang Gajah

kompas.com
2 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Suatu daerah dapat disebut sebagai kandang partai politik ketika wilayah tersebut secara konsisten selalu memenangkan partai tertentu dalam pemilihan legislatif, meski hasilnya tidak selalu selaras dengan kemenangan dalam pemilihan presiden.

Direktur Indonesia Political Review (IPR), Iwan Setiawan, menjelaskan dominasi tersebut biasanya terlihat jelas dalam pemilihan legislatif (Pileg) yang berulang dari satu pemilu ke pemilu berikutnya.

“Ketika di daerah tersebut selalu memenangkan suara partai tertentu dan dominan di Pileg, itu bisa disebut kandang. Namun, kadang tidak selaras dengan suara Pilpres karena faktor-faktor tertentu, seperti yang terjadi pada Pilpres 2024 kemarin,” ujar Iwan kepada Kompas.com, Senin (26/1/2026).

Baca juga: Apa Arti “Kandang” dalam Politik Partai?

Menurut dia, ketidaksinkronan itu wajar karena karakter Pilpres berbeda dengan Pileg.

Pilpres ditentukan oleh akumulasi suara dari seluruh daerah di Indonesia, sehingga kemenangan partai di satu wilayah tidak otomatis menentukan kemenangan secara nasional.

“Karena Pilpres itu ditentukan oleh suara semua daerah di Indonesia,” kata Iwan.

Istilah “kandang” kembali ramai diperbincangkan setelah Partai Solidaritas Indonesia (PSI) secara terbuka menantang dominasi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) di Jawa Tengah dan Bali.

Dua wilayah tersebut selama bertahun-tahun dikenal sebagai basis elektoral kuat partai berlambang banteng moncong putih.

Ketua Umum PSI Kaesang Pangarep bahkan menyerukan perubahan wilayah yang selama ini disebut “Kandang Banteng” menjadi “Kandang Gajah” dalam Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) PSI Jawa Tengah di Solo, Kamis (8/1/2026).

Seruan serupa disampaikan Ketua Harian PSI Ahmad Ali kepada kader PSI Bali agar menjadikan Pulau Dewata sebagai “kandang” gajah dengan memperkuat dan merawat budaya lokal.

Baca juga: Targetkan Bali Jadi “Kandang” Gajah PSI, Ahmad Ali Minta Kader Perkuat Budaya Lokal

Menerawang peluang PSI ubah kandang banteng

Iwan menilai, upaya PSI menjadikan Jawa Tengah dan Bali sebagai “kandang gajah” merupakan bentuk tantangan terbuka terhadap PDI-P.

“PSI ingin menantang PDI-P untuk perang terbuka dalam hal merebut suara di daerah tersebut,” kata Iwan.

Namun, tantangan itu dinilai tidak ringan. Menurut Iwan, PSI terlalu percaya diri jika ingin langsung menandingi PDI-P di wilayah yang telah lama menjadi basis kekuatan politiknya.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Untuk bisa menggoyang “kandang” PDI-P, Iwan menilai PSI minimal harus membangun sistem dan struktur politik yang setara.

“PDI-P di Jawa Tengah dan Bali sudah sangat mengakar dan benar-benar menjadi kandangnya,” ujarnya.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
GBU NU: Dewan Perdamaian harus jadi alat perdamaian multilateral 
• 24 menit laluantaranews.com
thumb
Kapolda Alumni Akpol 1995 Bertambah Jadi 3 Orang, Terbaru Peraih Adhi Makayasa atau Lulusan Terbaik
• 5 jam lalutribuntimur.com
thumb
Harga Emas Tembus Rekor US$5.000, Cek Saham ANTM, BRMS, MDKA Cs
• 10 jam lalubisnis.com
thumb
Sinopsis Drakor Sign, Drama Medis Investigasi yang Penuh Plot Twist
• 23 jam lalugrid.id
thumb
Mengubah Angka Menjadi Aksi, Urgensi Data Terpadu Penanganan Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak
• 6 jam lalukompas.id
Berhasil disimpan.