Disinggung Soal Gas Whipcream Terkait Meninggalnya Lula Lahfah, Polisi Minta Publik Bersabar

grid.id
1 jam lalu
Cover Berita

Grid.ID - Penyelidikan kasus meninggalnya influencer Lula Lahfah masih terus dilakukan oleh kepolisian. Sejumlah spekulasi yang berkembang di masyarakat, termasuk soal dugaan penggunaan gas whipcream, membuat polisi angkat bicara.

Kasubdit Penmas Bid Humas Polda Metro Jaya, Kompol Andaru Rahutomo, meminta publik tidak berspekulasi dan menunggu hasil penyelidikan secara menyeluruh. Menurutnya, proses pengungkapan fakta masih berjalan dan belum bisa disampaikan secara parsial.

“Untuk hal-hal seperti itu nanti akan kami sampaikan secara komprehensif. Tidak bisa disampaikan sepotong-sepotong,” ujar Andaru saat ditemui di Polda Metro Jaya, Senin (26/01/2026).

Andaru menegaskan bahwa saat ini penyidik masih fokus mengumpulkan keterangan saksi serta meneliti barang bukti yang ditemukan di lokasi kejadian. Semua temuan tersebut akan dikaji sebelum disimpulkan ke publik.

“Penyidik sedang bekerja, kami mohon waktu dan kesabaran dari rekan-rekan serta masyarakat,” katanya.

Ia menjelaskan bahwa sejumlah barang bukti telah diamankan dari tempat kejadian perkara dan saat ini sedang diperiksa di laboratorium. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan hasil penyelidikan berbasis data dan keahlian forensik.

“Barang bukti yang ditemukan di TKP sudah dikirim ke Laboratorium Forensik Bareskrim Polri untuk diuji,” ucap Andaru.

Saat ditanya lebih lanjut apakah gas whipcream termasuk dalam barang bukti yang diperiksa, Andaru kembali menegaskan bahwa kepolisian belum bisa membuka detailnya ke publik.

“Nanti akan kami sampaikan lengkap setelah seluruh fakta terkumpul,” tegasnya.

Selain pemeriksaan barang bukti, polisi juga telah memeriksa sejumlah saksi yang berkaitan langsung dengan peristiwa tersebut. Total ada tujuh saksi yang dijadwalkan untuk dimintai keterangan oleh penyidik Polres Metro Jakarta Selatan.

 

Saksi-saksi tersebut berasal dari lingkungan terdekat korban, mulai dari asisten pribadi, asisten rumah tangga, sopir, hingga petugas keamanan apartemen yang pertama kali mengetahui kondisi Lula Lahfah.

“Pemeriksaan saksi dilakukan untuk memastikan kronologi kejadian tidak simpang siur,” ujar Andaru.

Ia juga menambahkan bahwa kepolisian melibatkan ahli dalam proses penyelidikan, termasuk dokter yang sempat berada di lokasi kejadian. Pendekatan ini dilakukan untuk menjaga objektivitas hasil penyelidikan.

“Dalam hal ini kami juga meminta keterangan ahli, sehingga yang disampaikan nanti bukan pandangan kepolisian semata,” jelasnya.

Terkait penolakan keluarga terhadap proses autopsi, Andaru menyebut penyidik tetap menempuh metode lain yang sah secara hukum dan ilmiah untuk mengungkap penyebab kematian.

“Semua langkah kami lakukan sesuai prosedur dan aturan yang berlaku,” katanya.

Polisi memastikan akan menyampaikan perkembangan kasus secara terbuka setelah seluruh proses pemeriksaan saksi, ahli, serta hasil laboratorium forensik rampung.

“Kami mohon masyarakat bersabar. Semua akan disampaikan secara jelas dan utuh,” pungkas Andaru.

Kasus meninggalnya Lula Lahfah hingga kini masih menjadi perhatian luas publik. Kepolisian menegaskan komitmennya untuk mengungkap fakta secara profesional dan bertanggung jawab. (*)

 

Artikel Asli


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Pramono Minta Jangan Bandingkan Jakarta dengan Daerah Lain soal Penanganan Banjir
• 2 jam laludisway.id
thumb
Demi Daya Saing, Singapura Gelontorkan Rp13 Triliun untuk Riset AI
• 21 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Telkom Paparkan Strategi Infrastruktur Digital Berkelanjutan Nasional di WEF Davos 2026
• 1 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Kapolri Tolak Polri di Bawah Kementerian: Lebih Baik Mundur jadi Petani
• 1 jam lalubisnis.com
thumb
Kapolri Bicara Lokasi Rawan Perampokan-Begal: SPBU-Parkiran
• 7 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.