Ketua Banggar DPR Bela Pencalonan Thomas Djiwandono: Ini Soal Kemampuan, Bukan Nepotisme

suara.com
3 jam lalu
Cover Berita
Baca 10 detik
  • Ketua Banggar bela pencalonan Thomas Djiwandono jadi Deputi Gubernur BI.
  • Publik diminta nilai kemampuannya, bukan statusnya sebagai keponakan Presiden.
  • Independensi BI dijamin UU, pencalonan ini dinilai bukan bentuk nepotisme.

Suara.com - Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI, Said Abdullah, membela pencalonan Thomas Djiwandono sebagai calon Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI). Ia meminta publik untuk menilai sosok Thomas secara proporsional berdasarkan kapasitas profesionalnya, bukan sekadar status kekeluargaannya dengan Presiden Prabowo Subianto.

Menurut Said, Thomas memiliki reputasi dan kredibilitas yang kuat di bidang moneter.

"Melihat latar belakangnya, dia memang expert-nya lebih di moneter daripada di fiskal," ujar Said Abdullah di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (26/1/2026).

Status Keponakan Presiden Hanya Kebetulan?

Mengenai sensitivitas publik terkait status Thomas sebagai keponakan Presiden, Said menyebut hal itu sebagai sebuah kebetulan. Ia menegaskan bahwa seseorang tidak bisa memilih akan lahir di keluarga mana.

"Kebetulan saja jadi keponakan. Dia kan tidak bisa memilih jadi keponakan atau tidak. Saya melihat pemilihan kali ini pada sosok kemampuan Thomas," katanya.

Politisi PDI Perjuangan ini juga menepis kekhawatiran publik mengenai tergerusnya independensi Bank Indonesia. Menurutnya, independensi BI sudah dipagari secara ketat oleh UU Bank Indonesia dan UU P2SK. Selain itu, pengambilan keputusan di BI bersifat kolektif kolegial.

"Seharusnya publik tidak perlu khawatir. Toh kepemimpinan di sana kolektif kolegial. Dan itu jabatannya Deputi, bukan Gubernur BI," imbuhnya.

Saat disinggung mengenai tudingan adanya unsur Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN), Said dengan tegas membantahnya. Baginya, yang terpenting adalah kepercayaan (trust) dan integritas.

Baca Juga: Jaga Independensi BI, Thomas Djiwandono Tunjukkan Surat Mundur Dari Gerindra

"Ini bukan soal KKN, ini soal trust. Yang penting kita punya trust, kemudian terukur, integritasnya terjaga, maka saya pikir itu KKN-nya sudah bisa dilewati," katanya.

Ia pun menyatakan keyakinannya bahwa Thomas akan sangat mumpuni jika terpilih.

"Akan sangat mumpuni Tommy di sana. Percaya deh," pungkasnya.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Bima Arya Sampaikan Arahan Presiden untuk Percepat Evakuasi Longsor Cisarua
• 19 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Cara Dicky Kartikoyono Tahan Pelemahan Rupiah: Terbitkan SBRI untuk Serap Likuiditas
• 6 jam laluidxchannel.com
thumb
Kebakaran di Padang Timur Hanguskan Empat Bangunan
• 5 jam lalutvrinews.com
thumb
Pemerintah Tarik Rp23 Triliun Dana SAL dari BNI, Kembali ke Bank Indonesia
• 8 jam lalubisnis.com
thumb
Tiga Puluh Lima Kali Panggilan Darurat
• 5 jam laluerabaru.net
Berhasil disimpan.