Iran nyatakan lebih siap untuk respons serangan lawan

antaranews.com
3 jam lalu
Cover Berita
Teheran (ANTARA) - Iran pada Senin mengatakan bahwa mereka “lebih siap dari sebelumnya” untuk menanggapi setiap potensi serangan terhadap Iran, seiring meningkatnya ketegangan secara dramatis dengan Amerika Serikat menyusul gelombang protes baru-baru ini di Iran.

Dalam konferensi pers mingguan di Teheran, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, menggambarkan situasi tersebut sebagai “perang hibrida”, merujuk pada perang 12 hari yang terjadi pada Juni lalu serta aksi protes kekerasan baru-baru ini yang menurut Teheran dipicu oleh AS dan Israel.

Ia mengatakan ancaman dan “klaim tanpa dasar” terus datang dari AS dan Israel, dengan mengutip pernyataan terbaru Presiden AS Donald Trump serta laporan mengenai kapal-kapal perang AS yang bergerak menuju Teluk Persia.

Baghaei juga menekankan bahwa negara-negara di kawasan memahami bahwa ketidakstabilan bersifat menular dan tidak akan terbatas pada Iran saja.

Juru bicara itu menegaskan kekhawatiran bersama di antara negara-negara tetangga Iran mengenai konsekuensi dari setiap serangan militer AS, serta mendesak mereka untuk “mengambil sikap yang jelas” terhadap ancaman AS.

“Dengan mengandalkan kemampuan dalam negeri serta pengalaman berharga di masa lalu, Iran lebih siap dari sebelumnya dan akan merespons secara komprehensif, tegas, dan dengan cara yang akan disesalkan terhadap setiap potensi agresi,” tegas juru bicara Kementerian Luar Negeri tersebut.

Ketegangan antara AS dan Iran meningkat setelah protes baru-baru ini di Iran berubah menjadi kekerasan dan mengakibatkan lebih dari 3.000 korban jiwa, menurut pemerintah Iran.

Pada puncak aksi protes awal bulan ini, Trump memperingatkan pemerintah Iran bahwa ia akan “datang menyelamatkan” para demonstran jika kekuatan mematikan digunakan terhadap mereka.

Beberapa hari kemudian, ia mendorong para pengunjuk rasa untuk terus berdemonstrasi dan mengambil alih lembaga-lembaga dengan menyatakan bahwa bantuan sedang dalam perjalanan.

Ia juga memperingatkan bahwa sudah waktunya terjadi perubahan kepemimpinan, yang oleh banyak pihak di Iran ditafsirkan sebagai ancaman terhadap Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei.

Baru-baru ini, pada Sabtu, presiden AS mengumumkan bahwa sebuah “armada” Amerika sedang menuju Timur Tengah dan bahwa AS memantau situasi di Iran dengan cermat, mengonfirmasi laporan bahwa kapal induk USS Abraham Lincoln serta beberapa kapal perusak berpeluru kendali dijadwalkan tiba di kawasan tersebut dalam beberapa hari mendatang.

Pernyataan tersebut memicu reaksi keras dari pimpinan politik dan militer Iran yang memperingatkan akan adanya respons kuat jika terjadi serangan terhadap negara itu.

Sumber: Anadolu

Baca juga: Parlemen Iran kecam resolusi "campur tangan" oleh parlemen Eropa

Baca juga: Tiga pesawat tempur AS dipindahkan dari Jerman ke Timur Tengah

Baca juga: Polisi Iran tangkap lebih dari 200 perusuh di berbagai wilayah


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Pascabencana Aceh, Billy Mambrasar Soroti Kontrakan Mahasiswa Papua: Kondisinya Mengenaskan
• 16 jam laluokezone.com
thumb
Yayasan Harapan Amal Mulia Salurkan Bantuan Bagi 139.089 Warga di Dalam dan Luar Negeri pada 2025
• 15 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Kemenhaj Harap MUI Godok Fatwa Baru, Status Pendaftaran Haji hingga Jemaah Ilegal Itu Haram
• 4 jam laludisway.id
thumb
Pemulihan Pascabencana, BUMN Dinilai Berperan Aktif
• 3 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Operasi Pencarian Lonsor Bandung Barat Kerahkan Alat Berat dan Anjing
• 4 jam lalucnbcindonesia.com
Berhasil disimpan.