Semua Bicara  Rivalitas Skuad Juara Persija Jakarta dan Persib Bandung di Bursa Transfer, Diam-diam Justru Persebaya Surabaya Jadi Kandidat Kuat

harianfajar
2 jam lalu
Cover Berita

FAJAR, SURABAYA — Bursa transfer putaran kedua Super League 2025/2026 belum ditutup. Hingga tenggat 6 Februari mendatang, pergerakan pemain masih sangat mungkin terjadi. Sejumlah klub mulai menunjukkan ambisinya, namun sorotan utama sejauh ini tertuju pada dua raksasa klasik: Persib Bandung dan Persija Jakarta.

Bukan tanpa alasan. Keduanya bergerak agresif dengan mendatangkan pemain berlabel nama besar, strategi yang langsung memantik perhatian publik dan mengerek ekspektasi suporter.

Persib Bandung, misalnya, sukses membuat gebrakan besar dengan merekrut Layvin Kurzawa lewat skema bebas transfer. Rekam jejak eks pemain AS Monaco dan Paris Saint-Germain itu menjadikan kedatangannya bukan sekadar tambahan pemain, melainkan pernyataan ambisi.

Nilai pasar Kurzawa yang masih menyentuh Rp13,04 miliar membuatnya tercatat sebagai pemain termahal Super League musim ini. Sebuah sinyal kuat bahwa Persib tak sekadar ingin bersaing, tetapi mempertahankan status juara.

Tak berhenti di situ, Persib juga mengamankan jasa Dion Markx, pemain diaspora muda yang sebelumnya memperkuat NEC U-21. Kombinasi nama besar dan proyek jangka panjang menjadi warna baru Pangeran Biru di paruh kedua musim.

Persija Jakarta pun tak mau tertinggal. Macan Kemayoran telah mengamankan empat pemain anyar: Fajar Fathurrahman, Paulo Ricardo, Shayne Pattynama, dan Alaeddine Ajaraie. Kehadiran Pattynama menjadi sorotan tersendiri mengingat pengalamannya di Eropa dan jam terbang internasional.

Aktivitas tersebut langsung menyulut antusiasme suporter. Kolom komentar media sosial resmi klub berubah menjadi etalase optimisme—dan sesekali rivalitas klasik.

Namun di balik hiruk-pikuk Persib dan Persija, ada satu tim yang justru bergerak lebih senyap, lebih efisien, dan semakin matang secara kolektif: Persebaya Surabaya.

Persebaya: Tak Bising, Tapi Menggigit

Berbeda dengan Persib dan Persija yang mencuri perhatian lewat nama besar, Persebaya Surabaya memilih jalur lain. Tidak gaduh di bursa transfer, tetapi solid di lapangan.

Di bawah arahan Bernardo Tavares, Green Force menunjukkan identitas yang kian jelas: disiplin, pragmatis, dan mematikan dalam transisi. Statistik menjadi saksi. Dalam dua laga terakhir, Persebaya mampu meraih kemenangan meski kalah telak dalam penguasaan bola—bahkan pernah menang dengan ball possession di bawah 30 persen.

Itu bukan kebetulan, melainkan cerminan kematangan taktik.

Persebaya tidak bergantung pada dominasi bola atau individualitas berlebihan. Mereka hidup dari organisasi, efektivitas, dan momentum. Masuknya pemain seperti Bruno Paraiba, konsistensi Malik Risaldi, serta kepemimpinan Rachmat Irianto memberi dimensi baru yang sering luput dari sorotan nasional.

Justru di sinilah letak bahaya Persebaya. Saat Persib dan Persija sibuk menyesuaikan pemain baru, Persebaya sudah lebih dulu stabil.

Nama Besar vs Sistem Permainan

Putaran kedua Super League akan menjadi panggung pembuktian:

apakah bursa transfer dengan nama besar benar-benar berdampak langsung, atau justru menjadi beban adaptasi?

Persib dan Persija jelas diuntungkan dari sisi kedalaman skuad dan kualitas individual. Namun sepak bola tak selalu berpihak pada yang paling glamor. Konsistensi, chemistry, dan kejelasan peran sering kali menjadi penentu di fase krusial musim.

Dalam konteks itu, Persebaya Surabaya muncul sebagai ancaman paling realistis. Mereka mungkin tak sepopuler dua rivalnya di bursa transfer, tetapi performa di lapangan menunjukkan sesuatu yang lebih berbahaya: tim yang tahu persis siapa dirinya dan bagaimana cara menang.

Putaran kedua baru saja dimulai. Jalan menuju gelar masih panjang dan berliku. Namun satu hal mulai terlihat jelas:

jika Persib dan Persija terlalu larut dalam euforia bursa transfer, Persebaya siap menyelinap—dan menggigit di saat yang paling menentukan.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Kitab Suci Rusak Akibat Bencana, Menag: Kami Cetak Puluhan Ribu Eksemplar
• 7 jam lalukumparan.com
thumb
Viral Kulit Bayi Penuh Bercak Cokelat, Tanda Lahir atau Kondisi Medis?
• 11 jam lalukumparan.com
thumb
Purbaya Bocorkan Agenda Satgas P2SP, Proyek Energi Mangkrak Bertahun-tahun Siap Dibongkar
• 4 jam lalutvonenews.com
thumb
Mimpi Juan Foyth Tampil di Piala Dunia 2026 Sirna setelah Cedera Achilles
• 5 jam lalutvrinews.com
thumb
Richard Lee Praperadilan Gugat Status Tersangka, Akankah Doktif Ikutan?
• 3 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.