Hal ini tercermin dari tingginya tingkat adopsi Galaxy AI di lini smartphone flagship Samsung sepanjang tahun 2025. Berdasarkan data internal Samsung, tingkat penggunaan Galaxy AI pada perangkat flagship meningkat signifikan dari 71,6% pada tahun 2024 menjadi 86,9% pada tahun 2025.
Artinya, hampir sembilan dari sepuluh pengguna flagship Samsung kini secara aktif memanfaatkan AI dalam keseharian mereka. Lonjakan ini menunjukkan perubahan pola perilaku konsumen, smartphone tidak lagi hanya berfungsi sebagai alat komunikasi, tetapi juga sebagai asisten cerdas untuk menyelesaikan berbagai aktivitas secara lebih efisien.
Samsung mencatat, Circle to Search with Google menjadi fitur Galaxy AI paling banyak digunakan dengan tingkat pemakaian mencapai 76% sepanjang tahun 2025. Fitur ini memungkinkan pengguna mencari informasi langsung dari tampilan di layar tanpa harus berpindah aplikasi, sehingga proses pencarian menjadi lebih cepat dan praktis.
Selain itu, minat pengguna terhadap fitur visual juga tergolong tinggi. Photo Assist digunakan oleh 20,5% pengguna, sementara Generative Edit mencatat tingkat penggunaan 19%, menunjukkan bahwa AI semakin dimanfaatkan untuk mendukung proses kreatif secara instan.
Kehadiran Audio Eraser melengkapi rangkaian fitur ini dengan kemampuan pengolahan audio lebih profesional. Menurut Samsung, peningkatan adopsi ini mencerminkan transformasi cara pengguna memanfaatkan smartphone.
Galaxy AI kini digunakan secara aktif untuk mencari informasi, mengolah konten visual, hingga membantu pengambilan keputusan dengan lebih cepat. AI tidak lagi sekadar dicoba sesekali, tetapi telah menjadi alat bantu yang menyatu dengan aktivitas harian pengguna.
MX Product Marketing Senior Manager Samsung Electronics Indonesia Ilham Indrawan menyatakan bahwa dalam dua tahun terakhir Galaxy AI telah mengubah cara pengguna bekerja dan berkreasi. Tingkat penggunaan mencapai 86,9% menegaskan bahwa Galaxy AI kini menjadi bagian dari rutinitas digital, bukan lagi fitur tambahan.
Ilham juga menekankan bahwa dominasi Circle to Search serta tingginya penggunaan Photo Assist dan Generative Edit menjadi dasar bagi Samsung untuk menghadirkan inovasi Galaxy AI yang kian relevan pada tahun 2026.
Dalam aspek produktivitas, Galaxy AI menghadirkan pendekatan baru untuk bekerja secara lebih cerdas. Fitur Live Translate dan Interpreter memungkinkan komunikasi lintas bahasa secara real-time, baik saat panggilan kerja maupun percakapan langsung dengan klien internasional.
Transcript Assist membantu pengguna merekam, mengubah percakapan menjadi teks, membedakan suara pembicara, serta merangkum poin-poin penting hasil rapat secara otomatis. Sementara itu, Now Brief berperan sebagai asisten proaktif berkemampuan menyajikan ringkasan jadwal dan pengingat penting dalam satu tampilan singkat, membantu pengguna memulai hari dengan lebih terstruktur.
Di sisi kreativitas, Galaxy AI menurunkan hambatan teknis dalam proses berkarya. Photo Assist memungkinkan penyempurnaan kualitas foto dan komposisi secara otomatis, sementara Generative Edit memberikan kebebasan untuk memodifikasi elemen visual dengan hasil tetap natural.
Fitur Audio Eraser memungkinkan pemisahan suara utama dari kebisingan latar, sehingga konten video tetap terdengar jernih tanpa memerlukan peralatan tambahan. Dengan demikian, ide dapat diwujudkan menjadi konten visual dan audio berkualitas dengan lebih cepat.
Ke depan, Samsung menegaskan komitmen untuk terus mengembangkan Galaxy AI agar semakin memahami konteks dan kebiasaan pengguna. Dengan pendekatan ini, AI diharapkan tidak hanya mendukung, tetapi juga secara aktif mengubah cara pengguna bekerja, berkreasi, dan menjalani aktivitas sehari-hari secara lebih efisien dan bermakna.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(MMI)

:strip_icc()/kly-media-production/medias/5484538/original/055745500_1769443555-IMG_6194.jpeg)



