REPUBLIKA.CO.ID, BEKASI, – PT Jasamarga Transjawa Tol (JTT) sedang mengintensifkan pemeliharaan jalan di Tol Jakarta-Cikampek untuk menghadapi cuaca ekstrem dengan curah hujan tinggi sepanjang Januari 2026. Langkah ini diambil guna menjaga keselamatan dan kenyamanan pengendara.
VP Corporate Secretary & Legal PT JTT, Ria Marlinda Paallo, mengatakan bahwa curah hujan yang tinggi dapat mempengaruhi kondisi perkerasan jalan. "Air hujan dapat masuk ke pori-pori lapisan aspal sehingga melemahkan ikatan material perkerasan. Jika digabungkan dengan beban lalu lintas yang tinggi, ini dapat mempercepat kerusakan jalan," ujarnya di Bekasi, Senin.
Perusahaan terus memantau dan mempercepat penanganan titik-titik yang berpotensi mengalami penurunan kualitas perkerasan. Sebanyak 12 tim pekerja dikerahkan, masing-masing enam tim di jalur A (arah Cikampek) dan enam tim di jalur B (arah Jakarta), siaga 24 jam untuk memastikan kelancaran lalu lintas.
Pemeliharaan dilakukan bertahap sejak Sabtu (24/1/2026), melibatkan jalur arah Cikampek dari Km 6+700 hingga Km 62+500 dan jalur arah Jakarta mulai Km 19+050 hingga Km 71+500. Selain itu, JTT juga melakukan optimalisasi sistem drainase di beberapa titik seperti Km 9 B, Km 31, Km 32 A, dan Km 34 B untuk mencegah genangan.
"Langkah ini adalah bagian dari komitmen kami menempatkan keselamatan pengguna jalan sebagai prioritas utama," tambah Ria. Selain itu, pemeliharaan didukung dengan teknologi Weight In Motion (WIM) untuk pemantauan beban kendaraan.
.rec-desc {padding: 7px !important;}
Informasi mengenai pekerjaan disebarluaskan melalui spanduk imbauan dan Dynamic Message Sign (DMS). "Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan yang mungkin terjadi dan mengimbau pengguna jalan untuk mengatur waktu perjalanan serta mematuhi rambu dan arahan petugas," tutupnya.