Jakarta (ANTARA) - Pakar hubungan internasional Universitas Padjadjaran, Teuku Rezasyah menilai Indonesia merupakan salah satu negara yang paling konsisten memperjuangkan solusi dua negara dalam konflik Palestina–Israel di berbagai forum internasional.
“Indonesia sangat konsisten memperjuangkan solusi dua negara di berbagai forum baik di tingkat regional maupun global,” kata Reza saat dihubungi ANTARA di Jakarta, Senin.
Ia menegaskan bahwa hingga kini belum ada pendekatan yang lebih mendamaikan selain solusi dua negara. “Saya belum melihat adanya formula yang lebih mendamaikan, selain two state solution,” ucapnya.
Menurut Reza, rekam jejak diplomasi Indonesia dalam mendukung kemerdekaan dan kesejahteraan rakyat Palestina telah tercatat rapi di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
“RI terlibat aktif mulai dari perancangan resolusi hingga memperjuangkannya secara elegan di semua forum PBB. Dukungan Indonesia juga diberikan dalam seluruh forum internasional yang diikutinya,” katanya.
Ia juga menilai hanya ada dua negara yang secara tulus dan konsisten mendukung kemerdekaan Palestina, yakni Indonesia dan Iran. Indonesia, kata dia, menempuh jalur diplomasi dan pembangunan berkelanjutan, sementara Iran melalui diplomasi serta pertahanan dan keamanan.
Reza menambahkan bahwa bantuan kemanusiaan yang berasal dari rakyat dan pemerintah Indonesia telah memperkuat posisi Indonesia di mata dunia. Ia menilai Indonesia memiliki peran penting dalam meningkatkan kesejahteraan rakyat Palestina.
“Indonesia telah banyak melakukan capacity building untuk mempersiapkan generasi muda Palestina agar kelak mampu mengelola negeri mereka sendiri, termasuk melalui pelatihan diplomatik dan program kuliah S1 hingga S3 di berbagai kampus di Indonesia,” ujarnya.
Sejauh ini, Indonesia telah menyalurkan berbagai bantuan kemanusiaan berupa makanan dan obat-obatan, serta mengirimkan kapal bantu rumah sakit KRI dr. Radjiman Wedyodiningrat-992 untuk rakyat Palestina di Jalur Gaza.
Selain itu, pemerintah Indonesia juga memberikan beasiswa kepada para kadet Palestina untuk menempuh pendidikan di sejumlah universitas di Indonesia.
Pemerintah Indonesia juga menyatakan kesiapan untuk mengirimkan 20.000 personel gabungan TNI dan Polri ke Jalur Gaza dalam rangka menjalankan misi perdamaian PBB.
Baca juga: Waka Komisi I ingatkan pemerintah untuk fokus jaga perdamaian Gaza
Baca juga: Paus Leo: Solusi dua negara satu-satunya cara akhiri konflik Palestina
“Indonesia sangat konsisten memperjuangkan solusi dua negara di berbagai forum baik di tingkat regional maupun global,” kata Reza saat dihubungi ANTARA di Jakarta, Senin.
Ia menegaskan bahwa hingga kini belum ada pendekatan yang lebih mendamaikan selain solusi dua negara. “Saya belum melihat adanya formula yang lebih mendamaikan, selain two state solution,” ucapnya.
Menurut Reza, rekam jejak diplomasi Indonesia dalam mendukung kemerdekaan dan kesejahteraan rakyat Palestina telah tercatat rapi di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
“RI terlibat aktif mulai dari perancangan resolusi hingga memperjuangkannya secara elegan di semua forum PBB. Dukungan Indonesia juga diberikan dalam seluruh forum internasional yang diikutinya,” katanya.
Ia juga menilai hanya ada dua negara yang secara tulus dan konsisten mendukung kemerdekaan Palestina, yakni Indonesia dan Iran. Indonesia, kata dia, menempuh jalur diplomasi dan pembangunan berkelanjutan, sementara Iran melalui diplomasi serta pertahanan dan keamanan.
Reza menambahkan bahwa bantuan kemanusiaan yang berasal dari rakyat dan pemerintah Indonesia telah memperkuat posisi Indonesia di mata dunia. Ia menilai Indonesia memiliki peran penting dalam meningkatkan kesejahteraan rakyat Palestina.
“Indonesia telah banyak melakukan capacity building untuk mempersiapkan generasi muda Palestina agar kelak mampu mengelola negeri mereka sendiri, termasuk melalui pelatihan diplomatik dan program kuliah S1 hingga S3 di berbagai kampus di Indonesia,” ujarnya.
Sejauh ini, Indonesia telah menyalurkan berbagai bantuan kemanusiaan berupa makanan dan obat-obatan, serta mengirimkan kapal bantu rumah sakit KRI dr. Radjiman Wedyodiningrat-992 untuk rakyat Palestina di Jalur Gaza.
Selain itu, pemerintah Indonesia juga memberikan beasiswa kepada para kadet Palestina untuk menempuh pendidikan di sejumlah universitas di Indonesia.
Pemerintah Indonesia juga menyatakan kesiapan untuk mengirimkan 20.000 personel gabungan TNI dan Polri ke Jalur Gaza dalam rangka menjalankan misi perdamaian PBB.
Baca juga: Waka Komisi I ingatkan pemerintah untuk fokus jaga perdamaian Gaza
Baca juga: Paus Leo: Solusi dua negara satu-satunya cara akhiri konflik Palestina



