Jakarta dan Bandung Raya Belum Siap Adopsi Waste to Energy

bisnis.com
14 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — Kementerian Lingkungan Hidup mengungkap bahwa kawasan Jakarta dan Bandung Raya belum siap mengadopsi mekanisme pengolahan sampah menjadi energi listrik (PSEL) atau waste to energy (WtE), terlepas dari volume jumbo timbulan sampah harian yang dihasilkan kedua wilayah tersebut.

Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq dalam paparan di hadapan Komisi XII DPR RI pada Senin (26/1/2026) menjelaskan bahwa timbulan sampah harian Jakarta mencapai 8.702 ton per hari, sementara kawasan Bandung Raya menghasilkan 5.000 ton timbulan sampah per hari.

“Daerah Khusus Jakarta dan Bandung Raya menjadi dua aglomerasi krusial yang hingga saat ini belum menyiapkan diri untuk memenuhi aspek-aspek waste to energy. Ini memang mengkhawatirkan [bagi] kita semua karena potensinya besar,” kata Hanif, dikutip dari siaran TV Parlemen.

Data yang dihimpun KLH mengungkap bahwa dari 8.702 ton timbulan sampah harian yang dihasilkan Jakarta, hanya 1.769 ton yang terkelola. Sementara itu sebagian besar sisanya sebesar 6.667 ton berakhir di Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang dan 266 ton terbuang ke lingkungan.

Status TPST Bantargebang sendiri telah penuh saat ini. Sehingga untuk memastikan timbulan sampah Jakarta terkelola 100%, dibutuhkan PSEL dengan kapasitas 4.500–5.000 ton per hari.

KLH turut mencatat kesiapan 10 wilayah aglomerasi dalam mengadopsi PSEL. Kesepuluh wilayah ini mencakup Denpasar Raya, Yogyakarta Raya, Bogor Raya, Bekasi Raya, Tangerang Raya, Medan Raya, Semarang Raya, Lampung Raya, Surabaya Raya dan Serang Raya, dengan rencana volume total sampah terkelola 14.000 ton per hari.

Baca Juga

  • KLH Susun Gugatan Pidana ke Perusahaan Diduga Perparah Banjir Sumatra
  • KLH Gugat Rp4,8 Triliun ke 6 Perusahaan Sumut Terduga Perusak Lingkungan
  • KLH Proses Pencabutan Izin Lingkungan 8 dari 28 Perusahaan

Hanif mengatakan terdapat empat aglomerasi yang telah merampungkan proses lelang pembangunan fasilitas PSEL, dengan pembangunan yang diperkirakan dimulai pada Maret 2026. Keempat wilayah ini adalah Denpasar Raya, Yogyakarta Raya, Bogor Raya dan Kota Bekasi.

“Pembangunan PSEL akan memerlukan waktu 1,5 sampai 2 tahun sehingga selama masa transisi ini masih perlu diupayakan langkah-langkah strategis dalam memperkuat penanganan sampah selesai di hilir,” kata Hanif.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Mensos Ajak Kadinsos se-Kalsel Awasi Penyaluran Bansos: Tak Boleh Disalahgunakan
• 1 jam lalukumparan.com
thumb
Pemerintah Tarik Rp23 Triliun Dana SAL dari BNI, Intermediasi Tetap Tangguh
• 16 jam lalupantau.com
thumb
Jendral Dudung Abdurachman Gandeng Fajar Sadboy Duet Lagu Religi “Jangan Lupa Berdoa”
• 14 jam lalucumicumi.com
thumb
Bak Drama Istana! Video Mantan Perwira Bongkar Penangkapan Jenderal Zhang Youxia, Elite Militer Bungkam, Gelombang Pengunduran Diri Guncang PLA
• 11 jam laluerabaru.net
thumb
KAI Daop 8 Surabaya Hentikan Sementara Perjalanan Kereta Api Imbas Gempa Pacitan
• 9 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.