Harga Minyak Mentah Global Tergelincir, Brent Kini Dijual USD65/Barel

metrotvnews.com
6 jam lalu
Cover Berita

Houston: Harga minyak global turun sedikit pada perdagangan Senin waktu setempat (Selasa WIB). Penurunan ini setelah naik lebih dari dua persen pada sesi sebelumnya, ketika investor menilai dampak badai musim dingin terhadap produksi di wilayah penghasil minyak mentah Amerika Serikat (AS) dan dampak dari ketegangan antara AS dan Iran.
 
Mengutip data Yahoo Finance, Selasa, 27 Januari 2026, kontrak berjangka minyak mentah Brent ditutup turun 29 sen, atau 0,4 persen, pada USD65,59 per barel. Sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS turun 44 sen, atau 0,7 persen, pada USD60,63.
 
Kedua patokan tersebut mencatatkan kenaikan mingguan sebesar 2,7 persen untuk ditutup pada perdagangan Jumat waktu setempat di level tertinggi sejak 14 Januari.
  Baca juga: Parlemen Korsel Tolak Perjanjian Dagang dengan AS, Trump Langsung Getok Tarif 25%  
Produsen minyak AS kehilangan hingga 2 juta barel per hari atau sekitar 15 persen dari produksi nasional selama akhir pekan, menurut perkiraan analis dan pedagang, karena badai musim dingin melanda negara itu, membebani infrastruktur energi dan jaringan listrik.
 
Gangguan produksi minyak mencapai puncaknya pada Sabtu, menurut perkiraan konsultan Energy Aspects, dengan Cekungan Permian kemungkinan mengalami penurunan terbesar sekitar 1,5 juta barel per hari.
 
Kerugian produksi mereda pada Senin, dengan perkiraan penghentian produksi di Permian sekitar 700 ribu barel per hari dan produksi akan sepenuhnya dipulihkan pada 30 Januari.
 
Terdapat sekitar dua lusin laporan gangguan di pabrik pengolahan gas alam dan stasiun kompresor di Texas, menurut pengajuan peraturan selama akhir pekan, tetapi itu jauh lebih sedikit dibandingkan dengan lebih dari 200 gangguan yang dilaporkan selama lima hari pertama badai musim dingin yang parah pada 2021, kata analis TACenergy dalam sebuah catatan pada Senin.


(Ilustrasi pergerakan harga minyak. Foto: dok ICDX)
  Waspada risiko geopolitik  
Para pedagang juga waspada terhadap risiko geopolitik, karena ketegangan antara AS dan Iran membuat investor tetap waspada. Presiden AS Donald Trump mengatakan AS memiliki armada yang menuju ke Iran tetapi berharap dia tidak perlu menggunakannya, memperbarui peringatan kepada Teheran agar tidak membunuh para pengunjuk rasa atau memulai kembali program nuklirnya.
 
OPEC+ diperkirakan akan mempertahankan jeda peningkatan produksi minyak untuk Maret. Produksi minyak serpih AS dapat turun hingga 400 ribu barel minyak per hari pada 2026 jika negara-negara OPEC mencoba meningkatkan pangsa pasar dan harga minyak diperkirakan turun hingga USD40 per barel.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Wamenhaj Harap MUI Terbitkan Fatwa Soal Kriteria Jemaah Haji
• 17 jam laluliputan6.com
thumb
Politikus Golkar Sari Yuliati Gantikan Adies Kadir jadi Wakil Ketua DPR
• 1 jam lalukatadata.co.id
thumb
Sering Menghilangkan Haus dengan Minum Air Es? Kebiasan Ini Perlu Diubah, Ternyata Efeknya Bukan Dirasakan Sekarang
• 14 jam lalutvonenews.com
thumb
Penampakan Hunian Sementara yang Mulai Dihuni Penyintas Banjir Aceh Tamiang
• 11 jam lalukompas.tv
thumb
Pengungsi Longsor Bandung Barat Berharap Hunian Layak dan Aman jika Direlokasi
• 4 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.