Berbagi Sedekah bagi Penunggu dan Pasien Telantar di Bali

kumparan.com
5 jam lalu
Cover Berita

Pernyataan itu disampaikan Ken Wirianti, Direktur SDM Pendidikan dan Pelatihan RSUP Prof. IGNG Ngoerah Denpasar.

Pernyataan itu sebagai bentuk empati kepada para penunggu pasien yang tampak lelah dan kurang istirahat saat menunggu anggota keluarga yang dirawat di RSUP Prof. IGNG Ngoerah.

Atas dasar empati tersebut, sejumlah karyawan RSUP Prof. IGNG Ngoerah berinisiatif mengumpulkan donasi bagi penunggu pasien sejak 2024. Dana yang berhasil dikumpulkan kemudian dibelikan makanan dan minuman.

Makanan tersebut dibagikan kepada para penunggu pasien untuk meringankan beban keluarga sekaligus memberikan secercah senyum.

Kegiatan sosial ini mendapat respons positif dari para karyawan. Donasi yang terkumpul pun semakin banyak sehingga manajemen rumah sakit memutuskan membentuk panitia untuk mengelola dana donasi.

Kegiatan ini diberi nama Mepumur, yang berarti memberikan punia saat purnama. Punia dalam tradisi umat Hindu berarti sumbangan, sedangkan purnama merupakan momentum berdoa kepada Tuhan sambil membersihkan diri secara lahir dan batin.

Upacara purnama biasanya dilakukan setiap 20 hari sekali. Oleh karena itu, donasi diserahkan kepada penunggu pasien dan pasien telantar setiap 20 hari sekali.

“Hari purnama dalam filosofi Hindu merupakan hari yang sangat baik untuk melakukan hal-hal kebaikan dan pengendalian diri. Nah, berderma merupakan salah satu hal yang baik untuk menjaga diri agar tetap melakukan hal-hal yang baik,” jelas Ken.

Kegiatan sosial ini kemudian merambah lebih luas. Pengurus kini juga membantu pasien-pasien telantar yang dirawat di rumah sakit, termasuk pasien yang sedang menunggu jadwal pemeriksaan atau operasi.

Pasien telantar biasanya diantar oleh petugas BPBD atau pihak lain karena mengalami kecelakaan atau peristiwa tertentu. Mereka umumnya tidak memiliki keluarga sehingga kesulitan memenuhi kebutuhan pribadi.

Sebelumnya, para karyawan kerap urunan untuk membeli kebutuhan pasien telantar. Kini, pengurus dapat membantu menyediakan sebagian kebutuhan pasien telantar, termasuk yang berada di rumah singgah.

Barang yang paling sering dibutuhkan pasien telantar dan pasien di rumah singgah antara lain pampers dan perlengkapan kebersihan diri.

“Kami berharap kegiatan ini dapat berjalan seterusnya. Apabila memungkinkan, kami juga ingin mengajak pihak luar maupun pihak rumah sakit lain untuk melaksanakan Mepumur ini,” kata Ken.

Donasi Rp 3 Juta/20 Hari

Panitia rata-rata menerima donasi sekitar Rp 3 juta setiap 20 hari. Donasi disalurkan melalui Bank BPD Bali dengan nomor rekening 0110202591851 atas nama “Mepumur”.

Panitia memastikan dana digunakan secara bertanggung jawab dan transparan. Dana tersebut biasanya digunakan untuk membeli makanan seharga Rp 15 ribu per porsi bagi sekitar 100 penunggu pasien. Sisanya digunakan untuk membeli pampers dan kebutuhan lain bagi pasien telantar dan pasien di rumah singgah.

Salah satu penunggu pasien, Kadek, asal Kabupaten Tabanan, Bali, mengaku menerima bantuan berupa pampers untuk kakaknya yang dirawat di RSUP Prof. IGNG Ngoerah. Ia merasa bebannya berkurang dan berharap bantuan serupa dapat terus diberikan.

“Astungkara (syukur), bisa dibantu sedikit untuk memenuhi kebutuhan kakak saya,” katanya.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Adies Kadir Jadi Hakim MK, Golkar: Kami Sangat, Sangat, Sangat Menyetujuinya
• 5 jam lalukompas.com
thumb
Ciri Orang yang Tidak Bertanggung Jawab dan Suka Menyalahkan Orang Lain
• 6 jam lalubeautynesia.id
thumb
Pemkab Serang Pastikan Maksimal Bantu Korban Bencana Alam
• 20 jam laludetik.com
thumb
Harga Komoditas: Timah Anjlok 4 Persen, CPO Naik 1,2 Persen
• 9 jam lalukumparan.com
thumb
Pemerintah Bikin Global Citizen of Indonesia: Solusi Isu Kewarganegaraan Ganda
• 20 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.