MerahPutih.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta terus menggelar Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) guna menekan dampak cuaca ekstrem yang berpotensi menyebabkan banjir di Ibu Kota.
Dalam pelaksanaannya, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan bahwa OMC tidak hanya difokuskan di wilayah Jakarta, tetapi juga dilakukan di daerah penyangga Ibu Kota.
“Kami sebenarnya juga melakukan di perbatasan. Karena memang ada kemungkinan untuk beberapa hari ini, baik di Tangerang, Tangerang Selatan, kemudian di Bogor, di Bekasi curah hujannya tinggi,” ujar Pramono saat ditemui di Jakarta Utara, Selasa (27/1).
Pramono menilai, modifikasi cuaca tidak akan efektif jika hanya dilakukan di wilayah Jakarta. Pasalnya, banjir di Jakarta juga kerap dipicu oleh kiriman air dari wilayah hulu yang berada di daerah sekitar.
“Percuma mengerjakan hanya Jakarta kemudian kami mendapatkan kiriman banjir yang cukup besar. Sehingga harus dilakukan secara keseluruhan. Tetapi memang fokus utamanya tetap Jakarta,” jelasnya.
Baca juga:
Arahan dari Prabowo, BNPB Gelar Operasi Modifikasi Cuaca di Jabodetabek
Menurut Pramono, langkah tersebut penting untuk mencegah dampak curah hujan tinggi yang dapat kembali memicu banjir besar seperti yang terjadi beberapa hari terakhir.
“Yang paling penting adalah jangan sampai dampak curah hujan yang tinggi kemudian mengakibatkan banjir seperti yang kita rasakan beberapa hari yang lalu,” lanjutnya.
Selain itu, Pemprov DKI Jakarta juga membuka peluang untuk memperpanjang pelaksanaan OMC hingga satu bulan penuh. Kebijakan tersebut diambil menyusul potensi curah hujan tinggi yang masih diperkirakan terjadi hingga awal Februari di Jakarta dan wilayah sekitarnya.
Baca juga:
Pemprov DKI Siap Tanggung Biaya Modifikasi Cuaca untuk Daerah Sekitar Jakarta
Politikus PDI Perjuangan ini menambahkan, Pemprov DKI telah menyiapkan anggaran OMC selama satu bulan selama operasi tersebut masih dibutuhkan dalam upaya penanggulangan banjir.
Ia menegaskan, selama anggaran tersedia dan OMC dinilai efektif, Pemprov DKI tidak akan menghentikan operasi modifikasi cuaca.
“Pemerintah DKI Jakarta bersama dengan DPRD DKI Jakarta memang sudah mengalokasikan anggaran untuk satu bulan penuh. Jadi kalau memang masih diperlukan, kami akan melakukan OMC,” pungkas Pramono. (Asp)





