Ketua Komisi V Minta Menteri PU Kebut Perbaikan Jembatan, Jalan-Sungai Sumatera

kumparan.com
4 jam lalu
Cover Berita

Ketua Komisi V DPR Lasarus mengingatkan Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo untuk menggencarkan pembangunan infrastruktur di daerah yang terdampak bencana banjir longsor di Sumatera.

Ia menyebut, jembatan hingga jalan harus cepat dibangun untuk memulihkan perekonomian lokal. Namun, ia mengingatkan Dody agar pembangunan mempertimbangkan kemungkinan bencana di masa yang akan datang.

“Pak Menteri, kalau jalannya rusak kita perbaiki jalannya, perbaiki jembatannya, tapi lingkungan jalan dan lingkungan jembatan itu berada, itu kapan pun bisa merusak jalan itu kembali kalau tidak ditangani,” ucap Lasarus saat rapat kerja bersama seluruh mitra Komisi V di DPR, Selasa (27/1).

“Oleh karenanya, penanganan ini bukan perkara gampang, Pak. Jadi jalannya rusak bukan jalannya saja diperbaiki. Masih ada kemungkinan longsor di sekitarnya,” tambahnya.

Selain jembatan dan jalan, Lasarus mengingatkan agar sungai-sungai di Sumatera yang terdampak bencana juga dibenahi.

“Kemudian sungai, saya sendiri sudah pergi ke sana. Sungai yang jembatannya 100 meter lebih itu sudah tidak ada lagi sungainya, Pak. Sudah rata dengan permukaan tanah. Air mengalir ke mana-mana,” ucap Lasarus.

​“Kalau hanya diperbaiki jembatannya saja, terus aliran sungainya bagaimana? Alur sungai ini harus diarahkan, Pak. Kalau alur air ini tidak diarahkan, dia akan merusak ke mana-mana tempat,” tambahnya.

Lasarus mengingatkan, penanganan pascabencana harus dilakukan secara komprehensif, terencana, dan terukur.

“Kalau segalanya terukur, kita bisa ukur dari sisi waktu, kita bisa ukur dari sisi kebutuhan pembiayaan yang diperlukan. Karena kita bukan hanya ngurus bencana saja, Pak Menteri,” tutur Lasarus.

“Di sisi lain akan timbul bencana baru kalau posisi, kondisi infrastruktur kita yang ada ini tidak kita pertahankan. Apalagi cerita membangun kita ini, Pak Menteri ya, bangun baru,” tambahnya.

Politikus PDIP ini menyebut, Kementerian PU harus bisa menjangkau perbaikan infrastruktur di kawasan produksi secepat mungkin.

“Yang kedua, untuk mendorong pertumbuhan tentu kita harus meningkatkan pembangunan infrastruktur kita menyentuh tempat-tempat baru, pusat-pusat produksi yang kondisi infrastrukturnya hari ini tidak memadai. Mengakibatkan apa? Mengakibatkan produksi biaya tinggi di masyarakat,” ucap Lasarus.

​“Timbul lah beras lebih mahal beras kita di dalam negeri daripada beras yang kita impor dari luar. Karena di luar biaya produksinya lebih murah, kita mahal. Akhirnya harga beras di Bulog tidak bisa menandingi harga beras premium dari luar. Itu kondisi hari ini dan ini harus segera kita perbaiki,” tambahnya.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Trump : AS Mengerahkan Kekuatan Angkatan Laut Besar-besaran di Dekat Iran
• 39 menit laluerabaru.net
thumb
Purbaya Yudhi Sadewa Sebut Juda Agung Calon Kuat Wakil Menteri Keuangan
• 4 jam lalupantau.com
thumb
Idap Gangguan Kejiwaan Ini, Paris Hilton Merasa Ada Iblis Dalam Pikirannya
• 19 jam lalutabloidbintang.com
thumb
Menkes Mohon Bantuan 607 Rumah Tenaga Kesehatan di Sumatra Cair Minggu Ini
• 8 jam lalujpnn.com
thumb
Sinergi Kemanusiaan: Mahasiswa KKN 115 Unhas Kumpulkan 16 Kantong Darah Lewat Program “SETIA”
• 21 jam laluharianfajar
Berhasil disimpan.