Idap Gangguan Kejiwaan Ini, Paris Hilton Merasa Ada Iblis Dalam Pikirannya

tabloidbintang.com
14 jam lalu
Cover Berita

TABLOIDBINTANG.COM - Paris Hilton menyebut kondisi gangguan mental rejection sensitivity dysphoria (RSD) yang dialaminya ibarat ada iblis di dalam pikiran. Adapun RSD merupakan respons emosional ekstrem terhadap kritik atau penolakan, baik yang nyata maupun yang hanya dirasakan.

Sosialita dan bintang reality show berusia 44 tahun itu mengungkapkan bahwa dirinya pertama kali didiagnosis mengalami attention deficit hyperactivity disorder (ADHD) pada akhir usia 20-an. Seiring waktu, ia baru mengetahui bahwa dirinya juga memiliki RSD.

Dalam wawancara di siniar The Him and Her Show milik Dear Media, Paris menjelaskan bahwa RSD membuat seseorang merasakan emosi negatif secara berlebihan. “Pada dasarnya, setiap pikiran tentang persepsi negatif—ketika kamu merasa seseorang bersikap kasar atau kamu merasakan sesuatu—rasanya seperti sakit fisik, padahal itu belum tentu nyata,” ujarnya.

Ia menggambarkan kondisi tersebut sebagai suara negatif yang terus muncul di kepala. “Hampir seperti ada iblis di dalam pikiran yang terus berbicara negatif tentang dirimu sendiri,” tambahnya.

Mengutip Cleveland Clinic, terdapat keterkaitan antara RSD dan ADHD. Paris pun menyebut bahwa orang dengan kondisi tersebut merasakan emosi negatif pada tingkat yang sangat dalam. Ia mengaku harus belajar mengenali kapan perasaan tersebut muncul akibat RSD.

“Saya telah melalui begitu banyak hal dalam hidup saya, terutama di era 2000-an, termasuk tekanan dari media,” katanya. Pengalaman itu mendorongnya untuk terus mempelajari RSD dan menyebarkan kesadaran tentang kondisi tersebut. Menurut Paris, RSD tidak harus menjadi penghambat dalam hidup, tetapi justru dapat dimanfaatkan sebagai kekuatan untuk mengejar mimpi.

Paris juga menyoroti bahwa diagnosis ADHD yang terlambat dialaminya berkaitan dengan minimnya pembahasan mengenai kondisi tersebut saat ia masih kecil. Hal itu, menurutnya, turut berdampak pada perjalanan pendidikannya.

Kini, Paris ingin mengubah cara pandang publik terhadap ADHD dan RSD. Ia menyebut kondisi tersebut sebagai kekuatan yang membentuk dirinya saat ini. “Saya melihat ini sebagai kekuatan super saya. Saya tidak akan menjadi pengusaha seperti sekarang tanpa itu,” ujarnya. Namun, ia juga mengakui bahwa kondisi tersebut memiliki sisi sulit dan kerap terasa sangat melelahkan secara mental.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Pemkot Depok Terapkan WFH Tiap Hari Kamis, Ini Tujuannya
• 4 jam laluliputan6.com
thumb
Jaga Marwah Non-Blok, Connie Ingatkan Presiden Tak Sembarang Bayar Iuran Dewan Perdamaian
• 7 jam lalusuara.com
thumb
Jendral Dudung Abdurachman Gandeng Fajar Sadboy Duet Lagu Religi “Jangan Lupa Berdoa”
• 7 jam lalucumicumi.com
thumb
Komisi II DPR Setujui 9 Anggota Ombudsman 2026-2031, Hery Susanto Jadi Ketua
• 19 jam laludetik.com
thumb
Jasamarga Intensif Pelihara Tol Jakarta-Cikampek Hadapi Cuaca Ekstrem
• 12 jam lalurepublika.co.id
Berhasil disimpan.