India Dilanda Wabah Virus Nipah dengan Tingkat Kematian 58%,  Berbagai Negara Memperkuat Tes Virus Hingga Mencuat Isu Terkait Air Kelapa

erabaru.net
3 jam lalu
Cover Berita

 India baru-baru ini melaporkan kasus infeksi virus Nipah  yang mematikan, termasuk dugaan kejadian penularan berkelompok, sehingga menarik perhatian internasional. Negara-negara sekitar seperti Thailand, karena seringnya lalu lintas wisatawan dari India, telah memperketat pemeriksaan kesehatan di bandara.

EtIndonesia. Menurut laporan media, negara bagian Bengal Barat di India baru-baru ini melaporkan lima kasus terkonfirmasi infeksi virus Nipah, dengan sekitar 100 orang menjalani karantina. Hingga kini, secara global tercatat lebih dari 750 kasus terkonfirmasi virus Nipah, dengan tingkat kematian mencapai 58%.

Harian Bangkok Post melaporkan bahwa pada 25 Januari, Departemen Pengendalian Penyakit Thailand mengumumkan bahwa Bandara Suvarnabhumi, Don Mueang, dan Phuket mulai memperketat skrining penyakit menular bagi penumpang yang masuk, terutama wisatawan yang datang dari Bengal Barat, India.

Prosedur skrining meliputi pemeriksaan suhu tubuh, serta penilaian di tempat bagi penumpang yang menunjukkan gejala. Menurut pernyataan tersebut, penumpang dengan demam tinggi atau gejala yang dicurigai terinfeksi akan dipindahkan ke lokasi yang ditentukan untuk menjalani pemeriksaan lanjutan sesuai prosedur yang berlaku.

Pemerintah Thailand juga mengeluarkan peringatan perjalanan, mengimbau warga negaranya yang berencana pergi ke India untuk mengambil langkah pencegahan tambahan.

Sementara itu, Badan Pengendalian Penyakit di bawah Kementerian Kesehatan dan Kesejahteraan Taiwan pada 25 Januari menyatakan bahwa peringatan perjalanan untuk negara bagian Kerala, India, tetap berada pada Level 2: Kewaspadaan (Kuning), serta secara resmi mengumumkan rencana untuk memasukkan virus Nipah sebagai penyakit menular Kategori V.

Menurut informasi di situs resmi badan tersebut, inang alami virus Nipah adalah kelelawar, khususnya dari genus Pteropus (kalong), serta ditemukan pula pada spesies kelelawar lainnya. Virus ini dapat menginfeksi berbagai hewan (sebagai inang perantara), seperti babi, kuda, domba, anjing, dan kucing, lalu menular ke manusia.

 Penularan ke manusia umumnya terjadi melalui kontak langsung dengan babi yang sakit, atau melalui droplet pernapasan, kontak dengan sekresi mulut dan hidung hewan yang terinfeksi, atau jaringan tubuhnya. Penularan antarmanusia ada, tetapi terbatas.

Menanggapi kabar yang beredar di internet bahwa badan pengendalian penyakit Taiwan menyarankan “untuk mencegah virus Nipah, hindari minum air kelapa mentah saat ke luar negeri”, pada 25 Januari pihak berwenang secara khusus memberikan klarifikasi, menegaskan bahwa pernyataan tersebut tidak benar.

Badan tersebut menjelaskan bahwa hanya orang yang bepergian atau tinggal di daerah wabah, termasuk Bengal Barat dan Kerala di India serta Bangladesh, yang perlu memperhatikan keamanan makanan dan minuman. Tidak semua wisatawan ke luar negeri harus menghindari minum air kelapa mentah. 

Fokus anjuran yang sebenarnya adalah menghindari konsumsi kurma dan nira kurma yang tidak dimasak, serta menghindari makan atau minum buah-buahan yang mungkin terkontaminasi oleh kelelawar pemakan buah di daerah setempat.

Terakhir, badan tersebut menekankan bahwa klarifikasi ini bertujuan mencegah kepanikan yang tidak perlu terhadap air kelapa, yang justru dapat membuat masyarakat mengabaikan langkah pencegahan yang benar-benar penting. Masyarakat juga diingatkan agar saat bepergian ke daerah endemis tertentu, tetap mematuhi anjuran pencegahan dan keamanan pangan guna menurunkan risiko infeksi. (hui)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Kecepatan Kereta Cepat Spanyol Dikurangi, Retakan Rel Ditemukan di Jalur Madrid-Barcelona
• 14 jam lalumediaindonesia.com
thumb
KPK Usut Dugaan Peran Kesthuri sebagai Pengepul Uang Kuota Haji ke Oknum Kemenag
• 10 jam lalukompas.com
thumb
Gol Vitor Reis selamatkan Girona dari kekalahan kontra Getafe
• 12 jam laluantaranews.com
thumb
Kemenkeu: DBH Royalti Timah Tetap Hak Daerah
• 19 jam lalutvrinews.com
thumb
Foto: Gedung Islamic Centre Bekasi Terbengkalai Selama 14 Tahun
• 1 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.