GenPI.co - Thomas Djiwandono menyadari adanya sentimen negatif yang berkaitan dengan dirinya sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia.
Hal ini tak terlepas dari latar belakangnya berasal dari partai politik pemerintah Gerindra.
Thomas Djiwandono juga merupakan keponakan Presiden Prabowo Subianto.
Thomas menyebut tidak ada cara lain untuk meredam sentimen negatif dengan membuktikan kerja nyata saat menduduki jabatan di jajaran Dewan Gubernur BI.
“Memang latar belakang saya beraneka ragam, menurut saya itu aset saya. Saya banyak berkecimpung di swasta. Jadi saya mengerti betul pasar, dan sentimen pasar itu harus dibuktikan melalui fakta,” kata dia, dikutip Selasa (27/1).
Thomas yang sebelumnya menjabat sebagai Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) menegaskan akan membuktikan diri dengan kerja keras.
“Pembuktian saya akan saya lakukan melalui fakta bahwa saya akan bekerja sekuat tenaga seperti yang saya lakukan di Kemenkeu,” tegas Thomas.
Dia menegaskan dirinya sudah mundur dari jabatannya sebagai Bendahara Umum Partai Gerindra sejak Maret 2025.
Pengunduran dirinya ini berkaitan dengan tugasnya di Kementerian Keuangan (Kemenkeu).
“Waktu itu masih di Kemenkeu, saya minta izin untuk tidak menjadi Bendahara Umum karena juga sudah 17 tahun, jadi perlu ada regenerasi,” terang Thomas.
Selain itu, Thomas juga sudah tidak menjadi anggota Partai Gerindra per 31 Desember 2025.
Dia menerangkan pengunduran total dari keanggotaan partai adalah komitmen dan profesionalisme terhadap proses pencalonan Deputi Gubernur BI.
“Ini adalah komitmen saya terhadap, pertama, independensi Bank Indonesia, tetapi yang kedua juga adalah rasa profesionalisme saya,” kata Thomas.
Thomas Djiwandono terpilih menjadi Deputi Gubernur BI untuk menggantikan Juda Agung yang mengundurkan diri dari jabatannya pada 13 Januari 2026.(ant)
Lihat video seru ini:





