Kementerian Sosial (Kemensos) sedang mematangkan sistem untuk menyalurkan bantuan sosial (Bansos) secara daring atau digital. Diharapkan dengan digitalisasi bansos penerimanya pun akan lebih tepat sasaran.
“Kita harapkan nanti dengan digitalisasi bansos itu, kita bisa membuat data kita makin akurat,” ujar Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul dalam agenda rapat kerja bersama Komisi VIII DPR pada Selasa (27/1).
Gus Ipul mengatakan, digitalisasi bansos ini juga turut melibatkan Dewan Ekonomi Nasional. Saat ini, Gus Ipul menyebutkan, sudah diuji coba pemberian bansos digital di Kabupaten Banyuwangi.
“Jadi ini piloting, ini baru mencoba bersama-sama dengan tim besar yang dipimpin oleh Pak Luhut untuk melakukan satu proses digitalisasi bansos,” tuturnya.
Meski masih terdapat eror, Gus Ipul mengungkapkan pihaknya terus memperbaiki sistem tersebut sesuai dengan DTSEN sebagai acuan penerima bansos.
Lebih lanjut, Gus Ipul mengatakan, uji coba pemberian bansos secara digital akan diperluas dengan uji coba di sejumlah daerah hingga nantinya digunakan secara nasional.
Gus Ipul menjelaskan, bansos digital ini nantinya setiap orang bisa mengajukan sebagai penerima bansos. Namun, yang menentukan adalah sistem berdasarkan data DTSEN.
“Ini uji coba dan tahun ini akan dikembangkan di 40 kabupaten/kota. Yang sudah selesai ini di Kabupaten Banyuwangi, sekarang masih dalam tahap finalisasi, insyaallah tahun ini akan ditambah di 40 kabupaten/kota,” jelasnya.
“Kalau nanti sukses di 40 kabupaten/kota ini, insyaallah sesuai arahan Presiden kita akan lakukan secara nasional digitalisasi bansos ini,” pungkasnya.




