GenPI.co - Terapi suara membuka peluang baru dalam membantu jutaan penderita tinnitus yang hidup dengan telinga berdenging.
Para peneliti di Inggris berharap pengobatan ini suatu hari nanti bisa tersedia dalam bentuk aplikasi ponsel pintar.
Tinnitus membuat penderitanya mendengar suara seperti dengung atau desis, meski tidak ada sumber suara dari luar.
Uji coba yang dipimpin Universitas Newcastle melibatkan 77 orang dengan tinnitus.
Kondisi ini bisa disebabkan berbagai faktor seperti gangguan pendengaran, konsumsi obat-obatan tertentu, kecemasan, dan depresi.
Peneliti di Universitas Newcastle Will Sedley mengatakan saat ini belum ada pengobatan yang benar-benar efektif menghilangkan tinnitus.
"Sebagian besar penanganan yang ada fokus pada membantu orang melepaskan diri dari gejala dan belajar hidup lebih baik dengan kondisi tersebut," ujarnya, dilansir PA Media, Senin (26/1).
Tim peneliti melakukan perubahan kecil pada not musik sintetis yang didengarkan satu kelompok peserta.
Sementara itu, kelompok lainnya mendengarkan suara plasebo yang telah dimodifikasi ke frekuensi berbeda.
Kedua kelompok mendengarkan suara tersebut secara daring satu jam setiap hari selama enam minggu, kemudian menjalani masa jeda selama tiga minggu.
"Orang yang mendengarkan suara aktif, bukan plasebo, mengalami penurunan tinnitus yang signifikan selama fase tersebut," kata Sedley.
Hasil studi menunjukkan bahwa terapi ini mampu mengurangi tingkat tinnitus sekitar 10 persen.
Efeknya juga bertahan hingga sekitar tiga minggu setelah perawatan dihentikan.
Menurut Sedley, terapi semacam ini nantinya bisa diterapkan pada suara sehari-hari seperti musik.
Tim peneliti menggunakan nada musik sintetis, tetapi modifikasinya sangat halus.
"Neuron-neuron yang merespons nada atau frekuensi yang mendekati tinnitus kami aktifkan pada waktu yang sedikit berbeda satu sama lain, bukan secara bersamaan," jelasnya. (*)
Heboh..! Coba simak video ini:




:strip_icc()/kly-media-production/medias/5482699/original/032773600_1769240464-1.jpg)
