Ahok: Tak Ada Laporan Kemahalan Harga Sewa Terminal BBM oleh Pertamina

liputan6.com
2 jam lalu
Cover Berita

Liputan6.com, Jakarta - Mantan Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok menegaskan tidak pernah menerima laporan masalah mengenai penyewaan terminal BBM milik PT Orbit Terminal Merak (OTM) oleh PT Pertamina. Sebagai Ketua Komite Audit Pertamina saat itu, Ahok juga mengaku tidak menerima laporan harga sewa terminal terlalu mahal. 

Hal itu disampaikan Ahok saat menjawab pertanyaan jaksa perihal informasi penyewaan Terminal BBM milik PT OTM oleh Pertamina pada 2014. 

Advertisement

BACA JUGA: Ahok di Sidang Kasus Korupsi Minyak Mentah: Lapangan Golf Tempat Negosiasi Paling Murah Dibanding Night Club

"Apakah saudara saksi pernah mendapatkan laporan dari direksi baik itu dari subholding maupun holding terkait fakta-fakta disampaikan (penyewaan terminal BBM oleh Pertamina tahun 2014)?," tanya jaksa di Pengadilan Tipikor Jakarta, Selasa (27/1/2026).

"2014 saya masih jauh belum masuk ke dalamnya," jawab Ahok. 

"Tapi ini kan periode sewanya sampai 2024 saudara saksi," cecar jaksa. 

Ahok menjelaskan, Dewan Komisaris tidak bersingunggan dengan persoalan operasional sewa dalam jangka waktu yang panjang. Terkecuali jika ada temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) atau Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP). 

"Nah, ini tidak ada (laporan) selama saya masuk, saya ketua Komite Audit, ada teman saya itu, tidak pernah menerima laporan adanya temuan kemahalan seperti ini," tutur Ahok. 

Meski begitu, Ahok menduga bahwa sewa terminal dilakukan karena banyak jetty atau infrastruktur dermaga di terminal BBM milik Pertamina yang mengalami kerusakan pada tahun itu. Kerusakan pun mengakibatkan kapal besar tidak bisa bersandar. 

"Saya enggak tahu apa karena itu, tetapi yang pasti 2014 saya belum masuk dan tidak ada temuan di Komite Audit waktu saya masuk," Ahok menandasi. 

 


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Pakistan Hadirkan Fasilitas Visa Online untuk 192 Negara, Termasuk Indonesia
• 8 jam lalukumparan.com
thumb
Hilangnya Ruang Aman Pesepeda di Aspal Jakarta
• 22 jam lalukompas.com
thumb
Polisi: Reza Arap Ada di Lokasi Saat Lula Lahfah Meninggal
• 20 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Pascagempa Pacitan, Daop 7 Madiun Hentikan Sementara 11 Perjalanan KA
• 53 menit lalumetrotvnews.com
thumb
Jadi Tersangka Kasus Kuota Haji, Eks Stafsus Yaqut: Saya Jalani Semuanya
• 23 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.