Grid.ID - Pakar ekspresi soroti aksi permintaan maaf Insanul Fahmi pada Wardatina Mawa. Singgung tak ada ekspresi takut atau penyesalan.
Beberapa waktu lalu Insanul Fahmi menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada istri sahnya, Wardatina Mawa. Permohonan maaf itu diunggah melalui akun Instagram-nya @insanulfahmi pada Kamis (22/1/2026).
Video itu diawal dengan perkenalan diri, kemudian dilanjutkan dengan pernyataan maaf kepada Mawa dan keluarga besarnya. Ia mengaku bahwa kesalahan yang ia perbuat telah melukai hati sang istri.
"Saya ingin menyampaikan permohonan maaf yang sedalam-dalamnya kepada istri saya, Wardatina Mawa, beserta ibu dan ayah juga keluarga besar tentunya yang sangat saya hormati," ucap Insan.
"Dari lubuk hati terdalam, saya mengakui penyesalan saya. Saya menyesal telah gagal menjaga amanah dan kehormatan rumah tangga kami. Saya menyesal telah membiarkan ego saya melukai banyak pihak.
Saya tidak akan memaksa. Namun saya tidak akan berhenti berharap. Saya siap menunggu pintu maaf itu terbuka," tambahnya.
Lebih lanjut, ia juga menegaskan akan fokus memperbaiki diri dan bertanggung jawa kepada keluarga, terutama anaknya. Video permintaan maaf itu telah disukai lebih dari 4,7 ribu orang.
Pakar Ekspresi Beri Tanggapan
Pakar mikro ekspresi Kirdi Putra memberikan tanggapan terkait dengan video permintaan maaf yang diunggah Insan. Ia menilai permintaan maaf itu tidak tulus.
Kirdi menilai bahwa Insan tidak menunjukkan ekspresi penyesalan saat meminta maaf. Bahkan tak ada rasa takut saat menyadari kesalahannya.
"Tidak adanya ekspresi takut yang bergabung dengan sedih atau penyesalan. Itu nggak keluar," ucap Kirdi, dikutip dari Tribun Seleb.
"Terlihat datar aja (wajahnya). Berusaha menampilkan kalau dirinya menyesal iya. Tapi tidak berupa tarikan yang serius. Apakah itu tulus? Jawabannya cenderung tidak," tambahnya.
Video permintaan maaf Insanul Fahmi pada Wardatina Mawa yang telah dibagikan itu lantas mendapat tanggapan dari pakar ekspresi. Singgung kemungkinan adanya strategi hukum yang tengah dijalankan Insan.
"Buat saya permintaan maaf itu dilakukan, untuk memenuhi permintaan Mawa, untuk meredam netizen yang menyerang. Ketiga ini bagian dari strategi hukum. Dari pada dilanjut sama Mawa mending minta maaf deh sama Mawa," tandas Kirdi. (*)
Artikel Asli



