JAKARTA, DISWAY.ID -- Penyakit kencing tikus menjadi ancaman bagi warga Jakarta yang terdampak banjir.
Bakteri kencing tikus ini dapat masuk ke tubuh manusia melalui luka terbuka di kulit yang kontak langsung dengan genangan banjir yang tercemar.
Bagi warga yang terkena penyakit kencing tikus dapat mengalami gejala seperti demam tinggi, sakit kepala, dan nyeri otot terutama pada bagian betis.
Diketahui pada Kamis, 22 Januari 2026, sedikitnya 143 RT dan 16 ruas jalan terendam banjir dengan ketinggian air antara 30 centimeter hingga 1,2 meter.
BACA JUGA:Bahaya Gejala Penyakit Kencing Tikus, Pramono Tegaskan Belum Ada Warga yang Terjangkit
BACA JUGA:Imbas Banjir di Jakarta Sisakan Jalan Berlubang, Pramono Janji Ganti Aspal Baru
Kota Jakarta Utara termasuk wilayah yang terdampak banjir imbas hujan lebat pada pekan kemarin.
Untuk mengantisipasi warganya terserang penyakit kencing tikus, Wali Kota Jakarta, Hendra Hidayat langsung berkoordinasi dengan pihak Puskesmas setempat.
Dari hasil koordinasi tersebut, Hendra langsung membagikan karbol kepada warga yang terdampak banjir.
"Untuk warga kami yang tergenang setelah pasca banjir itu kami sudah langsung berkoordinasi dengan Puskes kelurahan dan Puskes kecamatan untuk memberikan karbol," kata Hendra di Cilincing pada Selasa, 27 Januari 2026.
BACA JUGA:Normalisasi Kali Cakung Lama Dilanjutkan, Pramono Buka Peluang Pembebasan Lahan
BACA JUGA:Ibu Guru Budi di Pamulang Dipolisikan Usai Nasihati Muridnya, Ini Kata Polres Tangsel
Karbol tersebut kata Hendra digunakan untuk membersihkan rumah dari kotoran sisa-sisa banjir.
Harapannya, rumah-rumah warga yang tergenang banjir bisa steril dari kotoran-kotoran yang dapat menimbulkan penyakit termasuk kencing tikus.
"Mereka bersih-bersih kita siram karbol semuanya. Itu untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan," pungkasnya.




