Berkat Transformasi Digital, Kinerja Operasional IPCC Tumbuh 15 Persen Sepanjang 2025

idxchannel.com
2 jam lalu
Cover Berita

PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk (IPCC) mencatat kinerja positif sepanjang tahun lalu berkat upaya transformasi digital dan penerapan sistem terintegrasi.

IPCC mencatat kinerja positif sepanjang tahun lalu berkat upaya transformasi digital dan penerapan sistem terintegrasi. (Foto: Ist)

IDXChannel - PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk (IPCC) mencatat kinerja positif sepanjang tahun lalu berkat upaya transformasi digital dan penerapan sistem terintegrasi. Hal ini tercermin dari kinerja operasional yang tumbuh dua digit, didukung implementasi PTOS-C sebagai platform digital operasional pada terminal internasional dan domestik. 

Kinerja operasional untuk seluruh segmen yang mencakup CBU, Alat Berat dan Truck/Bus tumbuh 15,09 persen secara tahunan. Pertumbuhan paling signifikan terjadi pada segmen kargo Truck/Bus yang meningkat 46,32 persen, bertambah 80.893 unit serta kinerja kunjungan kapal yang mencatatkan 3.604 kunjungan, tumbuh 23,46 persen.

Baca Juga:
IPCC Jajaki Aksi Korporasi dengan Perusahaan Timteng dan Eropa

Direktur Operasi dan Teknik IPCC, Bagus Dwipoyono mengatakan, sebagai entitas bisnis Pelindo Group, IPCC sepanjang 2025 melayani kargo secara total sebanyak 1,24 juta unit, meningkat 188 ribu dibandingkan periode yang sama tahun 2024. Dia menilai, peningkatan kinerja operasional ini bukan sekadar pencapaian angka, melainkan cerminan dari upaya perseroan dalam membangun sistem kerja yang lebih terintegrasi, adaptif, dan berorientasi pada kebutuhan pengguna jasa. 

"Melalui penerapan PTOS-C, kami ingin memastikan setiap proses operasional berjalan lebih efektif, transparan, dan memberikan nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan,” ujarnya melalui keterangan resmi, Selasa (27/1/2026).

Baca Juga:
IPCC Umumkan Dividen Interim Senilai Rp47,6 Miliar, Ini Jadwalnya

Seiring berkembangnya tren kendaraan ramah lingkungan, terminal Branch Jakarta IPCC mencatat masuknya kendaraan berbasis BEV (Battery Electric Vehicle), HEV (Hybrid Electric Vehicle), dan PHEV (Plug-in Hybrid Electric Vehicle) dengan total 101.713 unit, atau sekitar 10,62 persen dari total CBU yang dilayani pada tahun 2025. 

"Capaian ini mencerminkan tingginya minat pasar domestik terhadap kendaraan rendah emisi, dengan dominasi merek asal Benua Asia seperti BYD, VinFast, AION, serta berbagai merek lainnya, sekaligus menegaskan peran IPCC dalam mendukung transisi industri otomotif yang lebih berkelanjutan," katanya.

Sejalan dengan hal tersebut, peningkatan aktivitas ekspor kendaraan turut memperkuat kinerja operasional IPCC dibandingkan tahun sebelumnya, khususnya pada segmen kargo CBU. Hingga Desember 2025, IPCC menangani 390.803 unit CBU, meningkat 9 persen. 

Pertumbuhan ini menegaskan posisi Indonesia sebagai salah satu basis industri otomotif yang semakin dipercaya pasar global, dengan Vietnam tercatat sebagai negara tujuan ekspor terbesar, mencapai 77.181 unit kendaraan hingga Desember 2025. Adapun kinerja operasional pada segmen kargo CBU secara konsolidasi berhasil melayani 957.661 unit, tumbuh 11,76 persen.

Selain itu, IPCC juga melayani segmen kargo sebanyak 32.677 unit sepanjang 2025, tumbuh 24 persen. Sementara itu, peningkatan paling signifikan terjadi pada layanan kargo Truck/Bus yang tumbuh 46,32 persen menjadi 255.502 unit. Pertumbuhan ini didorong oleh meningkatnya aktivitas pertambangan domestik seiring implementasi program hilirisasi industri sumber daya mineral, yang mendorong kebutuhan sarana angkut dalam jumlah besar.

Direktur Utama IPCC, Sugeng Mulyadi menambahkan, capaian tersebut merupakan hasil dari upaya berkelanjutan perseroan dalam memperkuat peran strategis terminal kendaraan di tengah transformasi industri otomotif nasional. 

“Kami melihat pertumbuhan ini tidak semata sebagai peningkatan volume, tetapi sebagai bagian dari proses membangun ekosistem logistik kendaraan yang lebih adaptif, efisien, dan berkelanjutan. IPCC berkomitmen untuk terus mendukung daya saing industri otomotif nasional, baik untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik maupun memperluas kontribusi Indonesia di pasar global,” ujar Sugeng.

Sekretaris Perusahaan IPCC, Endah Dwi Liesly menilai, penguatan kinerja operasional tersebut merupakan bagian dari strategi IPCC dalam membangun layanan terminal kendaraan yang berdaya saing dan berkelanjutan. Peningkatan trafik operasional ini mencerminkan upaya IPCC dalam menyesuaikan kapasitas dan layanan dengan kebutuhan industri nasional, khususnya dalam mendukung program hilirisasi. 

"Melalui penguatan jaringan terminal dan pengelolaan operasional yang terintegrasi, kami berkomitmen untuk menghadirkan layanan yang efisien, berkelanjutan, dan memberikan nilai tambah bagi pengguna jasa serta perekonomian nasional,” ujar Endah.

(Rahmat Fiansyah)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Pabrik Daihatsu KAP 2, Perkuat Komitmen Carbon Neutral
• 10 jam lalumedcom.id
thumb
Kemenkeu: DBH Royalti Timah Tetap Hak Daerah
• 20 jam lalutvrinews.com
thumb
Kebakaran Lahan Gambut di Palangka Raya, Petugas Berjibaku Padamkan Api selama 2 Hari
• 9 jam lalurctiplus.com
thumb
Pilu di Cisarua: Bapak Cari Anak hingga Sekeluarga Tewas Berpelukan
• 23 jam laludetik.com
thumb
OJK Deteksi 30 Ribu Rekening Terindikasi Judol: Perbankan Aktif Lakukan Pemblokiran
• 14 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.