Bisnis.com, JAKARTA — Peritel Malaysia MR DIY Group M. Bhd., saham dengan kinerja terbaik di Asia Tenggara bulan ini, semakin menarik minat investor karena analis mengantisipasi potensi kenaikan dari prospek konsumsi yang membaik di negara tersebut.
Saham tersebut ditutup pada harga 1,88 ringgit per saham pada Senin (26/1/2026) mengakhiri kenaikan 23% bulan ini dan memimpin di antara 91 anggota Indeks MSCI Asean. BIMB Securities menetapkan target harga 12 bulan sebesar 2,40 ringgit, sementara MBSB Investment Bank memproyeksikan 2,20 ringgit.
Melansir Bloomberg, Selasa (27/1/2026), sebagai salah satu jaringan ritel terbesar di Malaysia dengan lebih dari 1.400 toko di seluruh negeri, MR DIY berencana untuk melakukan ekspansi lebih lanjut dan berada di posisi yang menguntungkan dari konsumsi domestik yang lebih kuat, didukung oleh stimulus pemerintah dan perekonomian yang membaik.
Para pembuat kebijakan mengandalkan daya beli rumah tangga yang tangguh, dibantu oleh tingkat pengangguran yang rendah, dan peningkatan pariwisata untuk mengimbangi tantangan global.
Pendorong utama bagi sektor ini berasal dari pembayaran tunai pemerintah sebesar 100 ringgit kepada warga dewasa, yang dapat dibelanjakan di toko ritel dan gerai kelontong tertentu. Perusahaan menyoroti program ini sebagai pendorong utama bagi sektor ritel, ketika melaporkan peningkatan penjualan sebesar 5,6% secara tahunan dan rencana untuk 155 toko baru dalam hasil kuartalan terbarunya.
"Dipadukan dengan meningkatnya kepercayaan konsumen dan prospek makro yang kuat, MR DIY sebagai perusahaan yang bergerak di bidang barang konsumsi non-esensial siap untuk tahun yang lebih baik ke depan," kata Jayden Vantarakis, kepala riset ekuitas ASEAN di Macquarie Capital di Singapura.
Baca Juga
- Intip Prospek MR DIY (MDIY) yang Baru Resmikan Toko ke-1.200
- Nataru jadi Momentum MR DIY (MDIY) Genjot Kinerja Lewat Ragam Program
- Melirik Saham Emiten Peritel MDIY, ACES, ERAA Jelang Pesta Belanja Akhir Tahun
Di Indonesia, entitas anaknya PT Daya Intiguna Yasa Tbk. (MDIY) yang juga menggunakan merek ritel MR DIY, memiliki lebih dari 1.200 gerai di seluruh negeri. MDIY melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Desember 2024.
Hingga Selasa (27/1/2026), MDIY ditutup terkoreksi 2,56% di level Rp950. Dalam satu tahun terakhir, koreksi saham tercatat sebesar 43,28%.




