Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf (Gus Ipul) mengatakan akan ada perubahan struktur organisasi dan tata kerja (SOTK) di Kementerian Sosial menyusul program Sekolah Rakyat yang ditugaskan presiden kepada Kemensos.
Hal itu disampaikan Gus Ipul dalam rapat kerja bersama Komisi VIII DPR pada Selasa (27/1). Di rapat tersebut, salah satu topik yang dibahas adalah mengenai program pada 2026.
“Pertama nanti akan ada perubahan SOTK ya, karena menyesuaikan dengan hadirnya Sekolah Rakyat dan lain sebagainya, ini sudah sudah selesai Perpres-nya, sudah akan kita tindak lanjuti dalam beberapa bulan ke depan,” tutur Gus Ipul.
Gus Ipul menyebutkan, saat ini sudah ada 166 Sekolah Rakyat termasuk Sekolah Rakyat rintisan. Jumlahnya ditargetkan terus bertambah.
“Ada yang beroperasi sejak bulan Juli 63 titik, kemudian 37 titik operasi bulan Agustus, dan yang terakhir 66 titik beroperasi pada akhir September dan awal Oktober. Nah, kemarin sudah diresmikan secara langsung oleh Presiden di Kalimantan Selatan,” urainya.
Program Sekolah Rakyat merupakan salah satu program andalan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto yang menyasar keluarga dari desil 1 dan 2 atau miskin dan miskin ekstrem yang tidak mampu menyekolahkan anaknya di sekolah formal.
Sekolah Rakyat diharapkan bisa menjadi cara memutus mata rantai kemiskinan melalui pendidikan yang baik.
Gus Ipul mengatakan, pemerintah menargetkan satu Sekolah Rakyat setiap kabupaten/kota. Pembangunannya akan dilakukan oleh Kementerian Pekerjaan Umum (PU) dengan dana APBN.
"Jadi untuk tahun ini akan dibangun 104 titik bagi kabupaten/kota yang tanah-tanahnya memenuhi syarat, artinya clear and clean. Dan sudah ada 104 titik yang dinyatakan telah clear and clean," kata dia.




