PBB: Gencatan Senjata Gaza Bawa Harapan, Namun Krisis Masih Mengkhawatirkan

metrotvnews.com
8 jam lalu
Cover Berita

New York: Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyatakan gencatan senjata yang “rapuh” di Jalur Gaza mulai meredakan krisis kemanusiaan bagi anak-anak, namun situasi di wilayah tersebut tetap “sangat genting dan mematikan."

Wakil Direktur Eksekutif UNICEF Ted Chaiban menyampaikan hal tersebut dalam konferensi pers di markas besar PBB, Senin waktu setempat, usai kunjungan terbarunya ke Gaza dan Tepi Barat yang diduduki Israel bersama Wakil Direktur Eksekutif Program Pangan Dunia (WFP) Carl Skau.

“Saya berbicara kepada Anda dengan harapan sekaligus kekhawatiran setelah kunjungan ini,” kata Chaiban, dikutip dari Anadolu Agency, Selasa, 27 Januari 2026.

Ia menambahkan, untuk pertama kalinya dalam beberapa bulan, terdapat tanda-tanda bahwa gencatan senjata yang tidak sempurna namun penting telah membawa perubahan bagi lebih dari satu juta anak di Gaza.

Menurut Chaiban, jumlah truk bantuan kemanusiaan yang masuk ke Gaza meningkat, meski belum cukup untuk memenuhi besarnya kebutuhan. Ia menyebut kondisi ketahanan pangan membaik dan ancaman kelaparan massal berhasil ditekan.

UNICEF dan mitra-mitranya, lanjut Chaiban, telah menjangkau lebih dari 1,6 juta orang dengan akses air minum bersih, 700.000 orang dengan selimut dan pakaian musim dingin, serta memulihkan layanan perawatan intensif anak di Rumah Sakit Al-Shifa, Kota Gaza. Operasi Kemanusiaan dan Penyaluran Bantuan “Capaian ini penting. Ini menunjukkan apa yang bisa terjadi ketika pertempuran berhenti, komitmen politik terjaga, dan akses kemanusiaan terbuka,” ujarnya.

Namun Chaiban memperingatkan bahwa sejak gencatan senjata awal Oktober, lebih dari 100 anak dilaporkan tewas di Gaza. Sekitar 100.000 anak masih mengalami malnutrisi akut dan membutuhkan perawatan jangka panjang.

Ia juga menyebut 1,3 juta warga sangat membutuhkan tempat tinggal layak, sementara banyak keluarga masih hidup di tenda atau bangunan rusak di tengah badai musim dingin. Sedikitnya 10 anak dilaporkan meninggal akibat hipotermia sejak musim dingin dimulai.

Chaiban mengungkapkan kekhawatiran atas keputusan Israel mencabut pendaftaran sejumlah organisasi non-pemerintah internasional, yang dinilai berisiko menghambat operasi kemanusiaan dan membatasi penyaluran bantuan di Gaza dan Tepi Barat.

Ia menekankan pentingnya mempertahankan gencatan senjata dan menyebut fase kedua kesepakatan bukan hanya tonggak politik, tetapi kebutuhan kemanusiaan. Ia juga menyerukan pembukaan lebih banyak perlintasan, pergerakan aman bagi warga sipil, serta dibukanya kembali Koridor Rafah untuk lalu lintas dua arah.

“Semua perlintasan yang tersedia harus beroperasi secara bersamaan, dengan jalur aman melalui Yordania dan Mesir,” katanya. Kelaparan di Gaza Dalam pernyataan virtual terpisah, Wakil Direktur Eksekutif WFP Carl Skau mengatakan Gaza berada di ambang kelaparan saat ia berkunjung terakhir pada Juli lalu. Namun kini situasi sedikit membaik berkat gencatan senjata.

“Gencatan senjata memungkinkan kami meningkatkan skala bantuan dan menstabilkan tingkat kelaparan paling akut. Kelaparan massal berhasil ditekan,” kata Skau.

WFP kini menjangkau lebih dari satu juta orang setiap bulan dengan jatah makanan penuh, menyajikan 400.000 makanan panas per hari, serta menyalurkan makanan ringan sekolah kepada 230.000 anak.

Meski demikian, Skau memperingatkan bahwa ratusan ribu orang masih mengungsi dalam kondisi berbahaya dan capaian yang ada bisa dengan mudah terbalik.

“Seluruh populasi hidup di ambang batas, dan itu tidak dapat diterima,” ujarnya, seraya menyerukan pembukaan perlintasan secara konsisten dan peningkatan bantuan tempat tinggal untuk melindungi keluarga dari dingin ekstrem dan hujan deras.

Baca juga:  Israel Setujui Pembukaan Terbatas Perlintasan Rafah Sesuai Rencana Damai Trump


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Cari Jalur Alternatif Saat Demo Luwu Raya, Keluarga Ini Jadi Korban Penganiayaan dan Siraman Air Panas di Walenrang Utara
• 8 jam laluharianfajar
thumb
Jadwal Salat Bandung 27 Januari 2026
• 10 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Gerakan Rakyat Dukung Anies Baswedan, Jokowi Diprediksi Bergerak
• 5 jam lalugenpi.co
thumb
Prancis Segera Sahkan UU Atur Larangan Anak di Bawah 15 Tahun Akses Medsos
• 6 jam laludetik.com
thumb
Richard Lee Praperadilan Gugat Status Tersangka, Akankah Doktif Ikutan?
• 18 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.