REPUBLIKA.CO.ID, BENGAL BARAT -- Merebaknya wabah virus Nipah yang mematikan di Bengal Barat, India memicu kekhawatiran di wilayah Asia lain, di mana beberapa negara mengetatkan pemeriksaan di bandara-bandara. Seperti dilaporkan BBC, Selasa (27/1/2026), Thailand sudah memulai melakukan pemeriksaan di tiga bandara terhadap penumpang yang tiba dari Bengal Barat.
Pada Ahad (25/1/2026), pemeriksaan pendatang mulai digelar di bandara di Bangkok dan Phuket. Penumpang yang datang dari Bengal Barat diperiksa dan diminta untuk membuat surat deklarasi kesehatan.
Baca Juga
Nombok Rp100 M, KDM Tawarkan Bandara Kertajati Tukar Guling dengan Bandara Husein Sastranegara
Angin Berbalik Arah, Giliran AS dan Israel Khawatirkan Iran Lebih Dulu Lancarkan Serangan
Purbaya Blak-blakan Sengaja Perlebar Defisit APBN, Ini Alasannya
Juru bicara dari Departemen Pengendalian Penyakit Menular Thaliand, Jurai Wongswasdi, kepada BBC Thai mengatakan, otoritas setempat "percaya diri" dalam menjaga kondisi agar wabah tak merebak di Thailand.
Nepal juga melakukan hal sama dengan melakukan penapisan penumpang di pintu kedatangan internasional di Bandara Kathmandu dan pintu perlintasan lain yang berbatasan dengan India.
.rec-desc {padding: 7px !important;}
Sementara, otoritas kesehatan di Taiwan telah meminta virus Nipah masuk dalam "penyakit kategori 5". Merujuk sistem di Taiwan, penyakit kategori 5, adalah infeksi jarang atau yang sedang berkembang dengan risiko kesehatan tinggi, yang membutuhkan pelaporan dan penanganan kontrol spesial.
Virus Nipah bisa menular dari binatang ke manusia. Memiliki tingkat kematian tinggi dalam kisaran 40 hingga 74 persen, sementara belum ada vaksin dan obat untuk menangani pasien terinfeksi.
Virus Nipah bisa bertransmisi ke manusia dari binatang seperti babi dan kelelawar pemakn buah. Virus ini juga dilaporkan bisa menular antarmanusa melalui makanan yang terkontaminasi.
Badan Kesehatan Dunia (WHO) menggambarkan virus Nipah sebagai 10 besar penyakit, bersama patogen lain seperti Covid-19 dan Zika, lantaran berpotensi memicu epidemi. Masa inkubasi virus ini sekitar 14 hari.