JAKARTA, KOMPAS.com - PT MRT Jakarta akan memulai pembangunan pedestrian deck berbentuk melingkar atau yang dikenal dengan “cincin donut” di kawasan Dukuh Atas pada pertengahan 2026.
Proyek ini dirancang untuk mempermudah mobilitas pejalan kaki sekaligus menghubungkan berbagai moda transportasi di pusat Jakarta.
Direktur Utama MRT Jakarta, Tuhiyat, mengatakan pedestrian deck tersebut akan menghubungkan empat area yang selama ini belum saling terkoneksi, yakni sisi Gedung BNI, Gedung Landmark Centre, Jalan Kendal–Blora, serta Jalan Tanjung Karang.
“Saya targetkan paling lambat di pertengahan tahun bisa groundbreaking,” ujar Tuhiyat saat ditemui di kawasan Transport Hub, Jakarta Pusat, Selasa (27/1/2026).
Baca juga: MRT Serpong dan Balaraja Masuk Tahap Pengkajian, Mayoritas Dibiayai Swasta
Tuhiyat menjelaskan, pembangunan pedestrian deck ini membutuhkan perencanaan yang matang dan tidak hanya berfokus pada aspek konstruksi semata.
Proyek tersebut mencakup tahapan perencanaan, studi kelayakan, desain, hingga penyiapan skema pembiayaan.
“Kita bahkan start dari November tahun lalu. Sudah berlangsung efeknya, desainnya sudah berlangsung. Saya doakan akan mengepus konsultannya untuk bisa mengakselerasi penyelesaiannya,” kata dia.
Menurut Tuhiyat, proses menuju tahap konstruksi memerlukan waktu cukup panjang karena banyak aspek teknis yang harus diperhitungkan secara detail.
Baca juga: MRT Timur–Barat Tomang–Medan Satria Segera Dibangun, Ini Rute Stasiunnya
Salah satunya adalah keberadaan infrastruktur vital di area pembangunan.
“Karena kita punya pilar. Pilar di situkan ada yang tidak boleh dilakukan. Seperti ada pompa air dan sebagainya,” kata dia.
Terkait pembiayaan, Tuhiyat menyebut sekitar setengah dari kebutuhan dana proyek akan berasal dari modal internal MRT Jakarta, sementara sisanya akan dipenuhi melalui skema pinjaman.
“Setengahnya kurang lebih kita datang dari equity, kemudian setengahnya lagi kami akan berupaya untuk melakukan skema pinjaman. Tapi berapanya, dengan siapanya, belum bisa disebut,” ungkap Tuhiyat.
Baca juga: Progres MRT Fase 2A HI–Monas Capai 91,16 Persen, Target Operasi 2027
Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menargetkan pembangunan Cincin Donut di kawasan Dukuh Atas dapat diselesaikan pada 2026.
Menurut dia, proyek tersebut merupakan bagian dari penataan kawasan berbasis Transit Oriented Development (TOD) untuk mengintegrasikan moda transportasi publik.
“Hari ini kami akan rapat hal tersebut secara khusus karena saya meminta kalau bisa dimulai segera supaya tahun 2026 itu sudah bisa diselesaikan,” ujar Pramono di Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Senin (13/10/2025).
Pramono menargetkan jembatan pejalan kaki ini dapat menghubungkan layanan MRT, LRT, Transjakarta, dan KRL di kawasan Dukuh Atas, sehingga mobilitas pejalan kaki menjadi lebih aman dan nyaman.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


