JAKARTA, KOMPAS.TV - Eks Komisaris Utama PT Pertamina (Persero), Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok menjadi saksi di sidang kasus korupsi tata kelola minyak mentah, Pengadilan Tipikor, Jakarta, pada Selasa (27/1/2026).
Dalam kesaksiannya, Ahok menyayangkan Djoko Priyono sebagai Direktur Utama PT Kilang Pertamina Internasional (KPI).
Terkait pencopotan itu, Ahok mengusulkan agar Presiden dan BUMN diperiksa.
“Saya telepon dia. Dia bilang gini, 'pak, sudahlah pak, saya di Yogya saja, kerja last saja' dia bilang. Saya pikir BUMN ini keterlaluan gitu lo, mencopot orang yang bukan meritokrasi. Kenapa orang yang mau melakukan yang saya lakukan dicopot? Ini orang terbaik Pak Djoko itu, makanya saya tulis dicopot. Makanya saya selalu bilang sama pak jaksa, kenapa saya mau laporin ke jaksa? Periksa tuh sekalian BUMN, periksa tuh Presiden bila perlu, kenapa orang terbaik dicopot?” Kata Ahok.
Dia pun mengungkapkan bahwa Badan Usaha Milik Negara (BUMN) seperti titipan politik.
"Kalau mau ngomong jujur Pak ya. BUMN ini seperti titipan politik. Saya suka bicara, kalau saya bukan teman Presiden, tidak mungkin ditaruh saya di Komut,” ucapnya.
Baca Juga: Di Sidang, Ahok Cerita saat Jadi Komut Belajar Golf Demi Negosiasi dengan Bos Minyak
#ahok #basukitjahajapurnama #jokowi
Produser: Ikbal Maulana
Video Editor: Lintang
Penulis : Ikbal-Maulana
Sumber : Kompas TV
- basuki tjahaja purnama
- ahok
- pertamina
- sidang kasus minyak
- jokowi




