BALIKPAPAN, KOMPAS – Kapal Motor Dharma Kartika IX tiba-tiba miring saat bersandar di Pelabuhan Semayang, Kota Balikpapan, Kalimantan Timur, Selasa (27/1/2026). Insiden itu membuat truk logistik di dalam dek terguling dan mengakibatkan tiga orang tewas.
“Korban meninggal dunia adalah Idham Rapi (pria), Nano (perempuan), dan Nur Lina (perempuan),” kata Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Balikpapan, Dody Setiawan, Selasa (27/1/2026) pukul 18.00 Wita, saat menutup operasi pencarian korban.
Seluruh korban meninggal dunia telah dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Balikpapan untuk identifikasi lebih lanjut oleh tim INAFIS (Indonesia Automatic Fingerprint Identification System). Tim gabungan juga menghubungi pihak keluarga korban untuk menyerahkan jenazah.
Dody mengatakan, ada juga korban luka-luka yang dilarikan ke rumah sakit. Mereka adalah Nurma (Perempuan), Rosnaini (Perempuan), dan Nur Asisah yang masih anak-anak.
Insiden tersebut terjadi sekitar pukul 05.25 Wita, tepat saat KM Dharma Kartika IX sedang proses sandar kanan di dermaga. Ketidakseimbangan posisi kapal memicu guncangan hebat di area cardeck 3, tempat kendaraan truk golongan 4, 5, dan 6 diparkir.
Akibatnya, muatan sembako dan truk-truk besar di area tersebut roboh dan menimpa penumpang yang saat itu tengah berada di dalam dek.
Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Balikpapan Captain Weku Frederik Karuntu mengatakan, lantaran kejadian tersebut terjadi tiba-tiba, sejumlah penumpang di dek mobil tidak sempat menyelamatkan diri.
Ada korban yang terjebak di dalam mobil. Sebagian korban lain tertimpa muatan sembako dan barang lain. Proses evakuasi korban berjalan sekitar 12 jam dari pukul 06.00 Wita sampai 18.00 Wita.
Weku mengatakan, pihaknya berkoordinasi dengan kepolisian untuk pengamanan dan penyidikan kasus ini.
“Kami telah menurunkan tim penyidik pegawai negeri sipil (PPNS) untuk penyidikan. Marine Inspector juga diturunkan untuk mengecek kelaiklautan kapal,” kata Weku.



