JAKARTA, DISWAY.ID - Menteri Luar Negeri Sugiono menegaskan bahwa Indonesia turut berpartisipasi membayar sebesar 1 miliar dolar AS atau setara Rp16,9 triliun untuk masuk ke dewan perdamaian dunia atau board of piece.
Namun, Sugiono menegaskan bahwa dana tersebut bukanlah uang pangkal keanggotaan alias membership fee, melainkan kontribusi untuk misi kemanusiaan dan pembangunan kembali kawasan konflik.
BACA JUGA:30 Tahun Mengabdi, Sang Anak Ceritakan Ketulusan Guru SD di Tangsel dalam Mendidik, Tapi Malah Dilaporkan ke Polisi
BACA JUGA:Harapan Orang Tua Korban Bullying Sekolah Swasta Kelapa Gading Kandas usai Putusan Banding Diketok
"Presiden memutuskan untuk ikut partisipasi. Jadi gini, ini bukan membership fee, tapi kalau kita lihat kronologinya, bahwa membentuk Board of Peace ini merupakan suatu upaya untuk bisa menyelesaikan situasi di Gaza, khususnya Palestina, termasuk upaya rekonstruksi," ujar Sugiono usai rapat bersama Komisi I DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa, 27 Januari 2026.
Sugiono juga menjelaskan bahwa tidak ada kewajiban pembayaran iuran bagi negara yang diundang.
"Enggak, enggak , nggak ada. Itu semua negara yang diundang itu berhak jadi member sampai 3 tahun itu bunyi charter -nya jadi kalau misalnya ikut berpartisipasi yang 1 miliar itu artinya dia permanen ," jelas dia.
Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat Donald Trump meminta agar setiap negara membayar uang sebesar 1 miliar dolar AS atau sekitar Rp 16,8 triliun bila ingin masuk anggota tetap. Trump mengeklaim untuk itu akan dipakai untuk membangun kembali Jalur Gaza.
BACA JUGA:Demi Gaza, Menlu Sugiono Ungkap Alasan Indonesia Gabung Board of Peace Bentukan Trump
“Para anggota 'Dewan Perdamaian' Presiden Donald Trump, komite yang akan mengawasi rekonstruksi Gaza, akan menerima kursi tetap jika mereka membayar $1 miliar,” demikian pernyataan dari pejabat seperti dilansir CNN.



