Konflik Wali Kota Serang vs Wartawan Memanas, Wagub Banten Turun Tangan dan Siap Mediasi

viva.co.id
23 jam lalu
Cover Berita

Serang, VIVA – Persoalan antara Wali Kota Serang Budi Rustandi dan wartawan yang semula berangkat dari pemberitaan anggaran kendaraan dinas kini berkembang menjadi polemik serius. Konflik tersebut tak hanya menyita perhatian publik, tetapi juga mendorong Pemerintah Provinsi Banten untuk turun tangan.

Merespons kondisi itu, Wakil Gubernur Banten Achmad Dimyati Natakusumah menegaskan kesiapan Pemerintah Provinsi Banten untuk turun tangan memediasi konflik yang terjadi. Langkah ini diambil demi menjaga stabilitas daerah sekaligus mencegah persoalan berlarut-larut hingga memperuncing persoalan hukum.

Baca Juga :
MK Kabulkan Uji Materi Iwakum, Perlindungan Wartawan Kini Dipertegas
MK: Sengketa Jurnalistik Tak Bisa Langsung Dipidana, Harus Lewat Dewan Pers

Dimyati menilai pendekatan persuasif dan komunikasi terbuka harus menjadi jalan utama penyelesaian, terutama apabila persoalan yang muncul berkaitan dengan produk jurnalistik. Menurutnya, tidak semua konflik perlu diselesaikan di meja hukum, terlebih jika tidak ditemukan unsur pidana.

“Terkait Budi Wali Kota Serang, nanti saya ingatkan. Kita lakukan restorative justice kalau memang wartawannya tidak melakukan delik. Kalau hanya berita, hanya bicara, nanti kita komunikasi,” kata Dimyati di Kota Serang, Selasa 27 Januari 2026 dikutip Antara.

Sebagai Wakil Gubernur, Dimyati menegaskan perannya bukan hanya sebatas menjalankan fungsi administratif, tetapi juga menjadi jembatan komunikasi di tengah gesekan antarpihak. Ia menilai hubungan harmonis antara pemerintah dan media merupakan fondasi penting bagi terciptanya birokrasi yang sehat dan transparan.

Ia juga menekankan bahwa media massa memiliki peran strategis sebagai mitra pemerintah dalam menyampaikan informasi kepada publik. Karena itu, relasi antara kepala daerah dan insan pers seharusnya dibangun atas dasar saling menghormati dan memahami fungsi masing-masing.

“Media itu sebagai agen kami juga untuk menyiarkan, mempromosikan, dan menyampaikan informasi kepada masyarakat. Wali kota juga bagian dari pemerintahan, maka kita lihat persoalan ini dari semua sisi,” ujarnya.

Lebih jauh, Dimyati mengingatkan seluruh elemen masyarakat untuk menjaga suasana tetap kondusif. Menurutnya, konflik berkepanjangan tidak hanya merugikan pihak yang terlibat, tetapi juga berdampak pada kepercayaan publik dan iklim pembangunan di Provinsi Banten.

“Yang jelas saya sampaikan, tidak boleh ada konflik di Banten. Suasana harus kondusif dan stabil, baik hubungan warga dengan pemerintah, pemerintah dengan pengusaha, semuanya harus dijaga,” katanya.

Baca Juga :
Polda Banten Mulai Terapkan KUHAP Baru, Tak Pajang Tersangka saat Rilis Kasus
Jadi Pelopor Gelar Uji Kompetensi Wartawan, Polda Metro Jaya Ungkap Alasannya
Sidang Uji Materi UU Pers: Ahli Hukum Soroti Lemahnya Perlindungan Hukum bagi Wartawan

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Pinjol Crowde Diduga Bikin 62 Peminjam Fiktif, OJK Serahkan Kasus ke Kejaksaan
• 14 jam lalukatadata.co.id
thumb
Potret Ekonomi Jawa Tengah: Pertumbuhan Tetap Terjaga, Pariwisata Kembali Bergeliat
• 13 jam lalukompas.id
thumb
Rayakan HUT ke-35, McDonald’s Indonesia Memperkuat Nuansa Lokal
• 8 jam lalugenpi.co
thumb
Ariel Noah Bawa Berkah, Bengkel Vespa Viral, Pemilik Jual Kopi
• 3 jam lalugenpi.co
thumb
Polisi Dalami Penjualan Gas Tertawa di e-Commerce dan Tempat Hiburan
• 8 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.