Liputan6.com, Jakarta - Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa mendukung program Sekolah Inovatif Ketahanan Pangan (Sikap) yang diterapkan di sekolah negeri dan swasta yang dilakukan untuk memberikan edukasi secara langsung kepada siswa.
Program ini dirancang tidak hanya sebagai penguatan ketahanan pangan di tingkat pendidikan, tetapi juga sebagai bagian dari strategi untuk mengoptimalkan lahan yang selama ini kurang produktif di lingkungan sekolah. Misalnya sekolah yang memiliki lahan tersebut hanya difungsikan sebagai tempat pembuangan sampah.
Advertisement
Menurut Gubernur, program ini sejalan dengan upaya pemerintah pusat dalam membangun ketahanan pangan nasional. Ia menjelaskan bahwa setelah berdiskusi dengan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, lahirlah format pelaksanaan Sikap yang kini mulai dijalankan.
"Seiring dengan program nasional membangun ketahanan pangan, saya mendiskusikan ini dengan Pak Aris (Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jatim) dan ketemulah format Sekolah Inovatif Ketahanan Pangan (Sikap)," ujar Khofifah, melansir Antara, Senin (26/01/2026).
Gubernur saat peresmian program Sikap di SMKN 1 Plosoklaten, Kabupaten Kediri memberikan apresiasi kepada sekolah tersebut karena menjadi pelopor pelaksanaan Sikap sejak awal dan mempunyai inovasi membuat lahan produktif sesuai dengan jurusan di sekolah.
Langkah tersebut menurutnya efektif sebagai pembelajaran atau learning by doing sekaligus laboratorium mereka. Siswa sudah latihan kerja yang juga memperkuat pengalaman mereka sebelum terjun ke dunia magang di luar sekolah.
"Jadi pada dasarnya mereka sudah semacam latihan kerja di sini. Kalaupun mereka magang ya sudah magang di sini. Dan kemitraan, partnership ini luar biasa. Jadi ada yang melakukan mentoring dan sekaligus offtaker. Sehingga apa yang dihasilkan itu sudah langsung ketemu dengan offtaker," kata dia.

