Penulis: Ama Boro Huko
TVRINews, Flores Timur
Petugas Vulkanologi Gunung Api Ile Lewotolok, Stanis Arakian Lamahoda. Saat berada di Kabupatan Kembal melaporkan aktivitas terkini, adanya erupsi yang condong ke arah timur. Serta letusan ke arah tenggara.
Dari pengamatan petugas, gunung telah erupsi berulang kalikedua pada Selasa malam 27 Januari 2026. Sekira pukul 20:53 WITA, tinggi kolom abu teramati kurang lebih 200 meter di atas puncak (± 1.623 meterng di atas permukaan laut).
"Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas sedang hingga tebal condong ke arah timur. Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 14.3 mm dan durasi kurang lebiu 40 detik." Kata Petugas Vulkanologi dalam keterangan resminya.
Meski begitu cuaca cerah dan berawan. Angin bertiup lemah hingga sedang ke arah timur. Suhu udara 26-29 °C. Visual Gunung jelas, kabut 0-I, hingga kabut 0-II.
Sedangkan asap kawah bertekanan lemah teramati berwarna putih dengan intensitas tipis hingga sedang dan tinggi 50-100 meter di atas puncak kawah.
"Teramati 32 kali letusan dengan tinggi 50-200 meter dan warna asap putih dan kelabu. Lontaran kearah Tenggara sejauh lebih kurang 50-100 meter." Demikian penjelasan Petugas Vulkanologi, Stanis Arakian Lamahoda dalam keterangan resminya via Grup Mitigasi WhatsApp.
Sebelumnya, Petugas Vulkano menyampaikan, material kolom abu terpantau berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah timur. Erupsi ini juga terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 23 mm dan durasi kurang lebih 36 detik.
Petugas di lapangan juga mengamati adanya lontaran material pijar ke sektor selatan tenggara dengan jarak sekitar 100 hingga 200 meter dari pusat aktivitas. Hingga saat ini, status Gunung Ile Lewotolok masih berada pada Level III (Siaga).
Pihak otoritas pun mengimbau masyarakat di sekitar gunung maupun pengunjung, pendaki, dan wisatawan agar tidak memasuki serta tidak melakukan aktivitas di dalam wilayah radius 3 kilometer dari pusat aktivitas gunung.
Masyarakat diminta untuk tetap waspada terhadap potensi ancaman bahaya guguran atau longsoran lava serta awan panas, terutama pada sektor selatan, tenggara, barat, dan timur laut.
Editor: Redaktur TVRINews



