Bantuan yang Kini Berdatangan untuk Tukang Es Gabus

kumparan.com
9 jam lalu
Cover Berita

Tukang es gabus bernama Suderajat (50 tahun) mengalami perlakuan tidak menyenangkan di tempat jualannya di wilayah Kemayoran, Jakarta Pusat, Sabtu (24/1). Ia didatangi oleh anggota Bhabinkamtibmas dan Babinsa, dituduh menjual es gabus berbahan dasar spons.

Dalam video yang viral, aparat menjejalkan es gabus ke mulut Suderajat. Tidak hanya itu menurut penuturan langsung Suderajat, ia juga mengalami tindak kekerasan. Padahal ia sudah mencoba menjelaskan bahwa dagangannya benar-benar es gabus.

Ternyata, hasil uji laboratorium Polres Metro Jakarta Pusat memastikan produk es yang dijual Suderajat ternyata aman dikonsumsi. Kedua aparat tersebut yakni Anggota Bhabinkamtibmas Kelurahan Kampung Rawa, Aiptu Ikhwan Mulyadi; dan Anggota Babinsa Kelurahan Utan Panjang, Heri, meminta maaf.

"Kami, Bhabinkamtibmas dan Babinsa yang bertugas dan membuat video tentang penjual es hunkwe yang diduga berbahan spons di wilayah Kemayoran, menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat atas kegaduhan yang timbul akibat video yang sempat beredar luas di media sosial," ujarnya dalam video permintaan maaf.

Mereka menjelaskan bahwa tindakan tersebut adalah bentuk respons cepat terhadap laporan masyarakat yang khawatir adanya dugaan makanan berbahaya beredar di lingkungan mereka.

"Namun demikian, kami menyadari bahwa kami telah menyimpulkan terlalu cepat, tanpa menunggu hasil pemeriksaan ilmiah dari pihak berwenang seperti Dinas Kesehatan, Dokpol, maupun Labfor Polri. Seharusnya proses klarifikasi dan verifikasi dilakukan terlebih dahulu sebelum memberikan informasi kepada masyarakat," katanya.

"Atas kekeliruan tersebut, kami memohon maaf yang sedalam-dalamnya, khususnya kepada Bapak Suderajat, pedagang es yang terdampak langsung oleh kejadian ini. Tidak ada maksud untuk merugikan atau mencemarkan nama baik beliau," ujarnya.

Trauma Jualan Es Gabus

Peristiwa itu menimbulkan trauma bagi Suderajat. Ia kapok berjualan es gabus lagi, meskipun sudah 30 tahun pekerjaan itu ia jalani.

Es gabus yang Suderajat bawa, dia ambil dari pabrik es gabus di kawasan Depok. Ia kemudian membawanya ke kawasan Kemayoran, Jakarta Pusat untuk dijual. Jakarta dipilih karena lebih laku.

Dalam sehari, Suderajat bisa mengantongi Rp 300 ribu hingga Rp 400 ribu. Meski begitu ia kini tidak lagi berjualan es gabus.

"Kapok saya, malem. Takutnya saya ditimpuk pakai batu gede," tutur Suderajat.

Sebagai gantinya, ia memilik untuk berjualan gorengan di sekitar rumahnya.

"Mau jualan goreng-gorengan (di sini)," kata Suderajat.

Bantuan untuk Suderajat

Peristiwa yang menimpa Suderajat melahirkan simpati dari berbagai pihak. Bantuan diberikan oleh Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM), Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor, hingga Kepolisian RI.

Pemberian bantuan terlihat tatkala kumparan berada di rumah Suderajat, Selasa (27/1). Rumah Suderajat berada di sebuah gang di Kecamatan Bojonggede, Kabupaten Bogor.

Awalnya, Pemkab Bogor memberikan bantuan termasuk sembako.

Bantuan diberikan oleh perangkat wilayah, yakni Sekretaris Kecamatan Rawa Panjang Elfi Nila Hartanti, Kepala Desa Mohammad Agus, serta perwakilan Dinas Sosial yakni Ferianto.

Pihak pemerintah juga akan membantu anak-anak Suderajat agar dapat melanjutkan pendidikan.

Elfi mengatakan, dari empat anak Suderajat, satu masih bersekolah dan tiga lainnya tidak bersekolah. Keterangan ini berbeda dengan penjelasan Suderajat bahwa anaknya ada lima, tiga di antaranya tidak bersekolah.

“Kami akan bantu mereka mengenyam kembali pendidikan sesuai perintah presiden,” ujar Elfi.

“Ini menjadi PR kita untuk lebih memperhatikan masyarakat sekitar agar dapat mengenyam pendidikan,” lanjutnya.

Bantuan pun datang dari Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi alias KDM. Terdapat utusan KDM yang menelepon dan langsung mengajak Suderajat menemui KDM. Bila tidak hari ini, pertemuan KDM direncanakan akan esok hari (Rabu).

Sementara dari kepolisian, Suderajat mendapatkan hadian sebuah sepeda motor. Hadiah itu diberikan oleh Kapolres Metro Depok Kombes Pol Abdul Waras dan jajarannya.

“Kami berikan sedikit bantuan terhadap Bapak Suderajat berupa motor dan sedikit tambahan (uang) untuk menambah usaha Bapak Suderajat,” ujar Abdul.

Ia mengatakan, kehadiran pihak kepolisian diharapkan dapat memberikan manfaat bagi kelangsungan usaha Suderajat.

Abdul pun meyakinkan Suderajat bahwa kondisinya aman dan tidak perlu khawatir.

“Enggak akan terjadi apa-apa karena sudah ada jaminan dari Pak Kapolres,” ujar Abdul.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Kemarin ekonomi, kuota BBM subsidi dipangkas sampai pajak marketplace
• 6 jam laluantaranews.com
thumb
Cabut Izin 28 Perusahaan di Sumatera, Satgas PKH Ambil Alih Lahan
• 12 jam lalurctiplus.com
thumb
Indonesia–India Dorong Integrasi Keuangan dan Perdagangan di Tengah Ketidakpastian Global
• 18 jam lalurealita.co
thumb
Imigrasi Bekasi Bebaskan Denda Pembuatan Paspor Rusak Akibat Banjir
• 9 jam laluidntimes.com
thumb
Bencana di Lebak, BPBD: 6 Orang Tewas 146 Rumah Rusak
• 20 jam lalurctiplus.com
Berhasil disimpan.