Kendali Operasi di Minneapolis Berpindah ke Tangan "Border Tsar" Tom Homan

mediaindonesia.com
4 jam lalu
Cover Berita

PRESIDEN Donald Trump resmi menerjunkan "Border Tsar" Tom Homan untuk memimpin langsung operasi penegakan hukum imigrasi di Minneapolis. Langkah strategis ini diambil menyusul krisis kepercayaan publik setelah dua warga negara Amerika Serikat tewas ditembak oleh agen federal di kota tersebut dalam waktu kurang dari sebulan.

Homan, yang tiba di Minneapolis pada Selasa, kini menjabat sebagai titik kontak utama di lapangan. Penunjukannya menandai berakhirnya masa tugas Gregory Bovino, komandan Border Patrol yang selama ini menjadi wajah agresif dari gerakan deportasi massal pemerintahan Trump.

Profil Tom Homan: Veteran Kebijakan Imigrasi

Tom Homan, 64, bukanlah sosok baru dalam dunia keamanan perbatasan. Memulai karier sebagai petugas polisi sebelum bergabung dengan Border Patrol pada 1984, Homan memiliki rekam jejak panjang lintas administrasi, baik Republik maupun Demokrat. Pada era Obama, ia memimpin divisi Penegakan dan Penghapusan (ERO) di bawah ICE.

Baca juga : Trump Umumkan Deeskalasi di Minneapolis Pasca-Penembakan Fatal Alex Pretti

Meskipun jabatan "Border Tsar" merupakan posisi kebijakan yang tidak memerlukan konfirmasi Senat, pengaruh Homan sangat besar. Ia dikenal sebagai pembela vokal kebijakan deportasi massal dengan prinsip menargetkan "yang terburuk dari yang terburuk."

"Kami tidak akan menginstruksikan ICE untuk tidak menangkap [seseorang] kecuali ada kejahatan serius," tegas Homan kepada wartawan di Gedung Putih Juli lalu. "Pesan apa yang dikirimkan hal itu kepada seluruh dunia? Silakan saja masuk ke negara ini."

Mengapa Greg Bovino Diganti?

Berbeda dengan Homan yang lebih piawai dalam komunikasi publik, Greg Bovino dikenal dengan taktik lapangan yang sangat agresif, salah satunya metode "turn and burn". Di mana penangkapan kilat sebelum demonstran sempat berkumpul di lokasi.

Baca juga : Trump Gelar Pertemuan Darurat dengan Kristi Noem di Oval Office Bahas Kondisi Minneapolis

Bovino, yang menjawab langsung kepada Kepala Keamanan Dalam Negeri Kristi Noem, belakangan ini kerap bersitegang dengan para pembuat kebijakan dari kedua partai terkait operasinya di Minneapolis. Pergantian ini dilihat oleh para pengamat sebagai pengakuan terselubung dari Gedung Putih bahwa diperlukan perubahan gaya kepemimpinan di tengah kekhawatiran masyarakat yang memuncak.

Perubahan Gaya, Bukan Substansi

Meski kepemimpinan berganti, para ahli memperkirakan tidak akan ada perubahan substansial dalam kebijakan deportasi. Lora Ries, mantan pejabat imigrasi DHS, menyebut Homan memiliki pengalaman lebih banyak dalam penegakan hukum interior di kota-kota Amerika.

Namun, bagi aktivis imigrasi, rekam jejak Homan tetap mengkhawatirkan. Homan adalah salah satu pendukung utama kebijakan pemisahan keluarga pada masa jabatan pertama Trump.

"Saya tidak yakin ini berarti banyak. Homan adalah advokat deportasi karier dan arsitek pemisahan keluarga," ujar Michael Lukens, Direktur Eksekutif Amica Center. "Saya pikir perbedaannya adalah dia lebih terpoles daripada Bovino. Dia lebih baik dalam berbicara kepada pers dan pemangku kepentingan. Tidak ada dunia di mana Homan adalah seorang moderat." (BBC/Z-2)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Thailand Masters: Ana/Trias & Rian/Rahmat Melangkah ke 16 Besar
• 12 jam lalukumparan.com
thumb
BREAKING NEWS! PSM Makassar Dikabarkan Bakal Perkenalkan Bek Tengah Asal Montenegro, Dusan Lagator
• 38 menit laluharianfajar
thumb
PNM Dorong Pemberdayaan Program ULaMM untuk Menguatkan UMKM
• 14 jam lalubisnis.com
thumb
Warga Keluhkan Jalan HM Joyo Martono Bekasi Tetap Rusak meski Sudah Diperbaiki
• 13 jam lalukompas.com
thumb
Dua Tersangka Penusukan di Kemang Terancam Penjara 12 Tahun
• 14 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.