JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta kembali mengandalkan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk mengantisipasi banjir yang kerap melanda ibu kota.
Langkah ini dilakukan menyusul prediksi hujan ekstrem yang dikeluarkan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) pada Selasa (28/1/2026).
OMC Jadi Strategi Utama Cegah BanjirGubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menegaskan bahwa OMC menjadi salah satu strategi penting untuk mengurangi risiko banjir.
Baca juga: Pramono: Kalau Hari Ini Tidak OMC, Cuaca Jakarta Hujan Lebat
Menurut dia, tanpa OMC, cuaca di ibu kota bisa sangat berbeda dari kondisi yang dirasakan pada Selasa di mana cuaca terasa cerah, berawan.
“Kalau hari ini tadi pagi jam 07.00 pagi tidak kita naikkan OMC-nya, pasti cuacanya berbeda dengan apa yang kita rasakan pada saat ini,” ujar Pramono saat meninjau pengerukan Kali Cakung Lama, Jakarta Utara, Selasa.
Perpanjangan Waktu Pelaksanaan OMCAwalnya, OMC dijadwalkan berakhir pada 23 Januari 2026.
Namun melihat perkembangan cuaca yang masih ekstrem, pelaksanaannya diperpanjang hingga 27 Januari 2026.
Kini, Pramono kembali meminta agar OMC dilanjutkan hingga 1 Februari 2026.
Baca juga: Cuaca Ekstrem Intai Jakarta hingga 1 Februari, BPBD Peringatkan Hujan Lebat
OMC terus digencarkan untuk mencegah banjir akibat hujan dengan intensitas tinggi.
“Untuk OMC, sekali lagi kami melihat cuaca yang ada. Hasil BMKG memang sekarang ini ada kemungkinan sampai dengan tanggal 1 Februari cuacanya kurang lebih harus dilakukan OMC,” kata dia.
Anggaran OMC Telah DisiapkanUntuk mendukung operasi ini, Pemprov DKI Jakarta bersama DPRD DKI telah menyiapkan anggaran OMC untuk satu bulan penuh.
Hal ini memungkinkan pelaksanaan OMC terus dilakukan selama kondisi cuaca belum membaik.
“Pemerintah DKI Jakarta bersama dengan DPRD DKI Jakarta memang sudah mengalokasikan untuk satu bulan penuh anggarannya. Jadi kalau memang masih diperlukan, kami akan melakukan OMC,” kata dia.
OMC Tidak Hanya di Jakarta, Tapi Juga JabodetabekPelaksanaan OMC kini tidak hanya difokuskan di Jakarta.
Pelaksanaannya merambah ke daerah penyangga Jabodetabek seperti Tangerang, Tangerang Selatan, Bogor, dan Bekasi.
“Kami sebenarnya juga melakukan di perbatasan. Karena memang ada kemungkinan untuk beberapa hari ini, baik di Tangerang, Tangerang Selatan, kemudian di Bogor, di Bekasi curah hujannya tinggi,” kata Pramono.
Baca juga: Ingat, Tak Ada PJJ jika Cuaca Jakarta Cerah
Pramono menilai, OMC tidak akan efektif jika hanya dilakukan di Jakarta.
Pasalnya, banjir di Ibu Kota kerap dipicu oleh kiriman air dari daerah hulu yang menyebabkan sungai meluap.
“Percuma mengerjakan hanya Jakarta kemudian kami mendapatkan kiriman yang cukup besar. Sehingga dilakukan secara keseluruhan. Tetapi memang fokus utamanya adalah Jakarta,” ujarnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



