Zhongnanhai Sedang Dilanda Kekacauan, Hasil Perebutan Kekuasaan antara Xi Jinping dan Zhang Youxia Memicu Spekulasi dari Berbagai Pihak

erabaru.net
9 jam lalu
Cover Berita

Kasus penyelidikan terhadap Wakil Ketua Komisi Militer Pusat Partai Komunis Tiongkok (PKT) Jenderal Zhang Youxia serta Kepala Staf Gabungan Komando Pusat Militer Liu Zhenli menyingkap bahwa internal elite kekuasaan sedang berada dalam kondisi kekacauan serius. Sejumlah analis menilai, pemimpin PKT Xi Jinping dan Zhang Youxia sebelumnya “duduk di mobil yang sama”. Kini, ketika Xi menyingkirkan Zhang, kehancuran “mobil PKT” itu—baik kendaraan maupun penumpangnya—hanyalah masalah waktu.

EtIndonesia. Pada  24 Januari malam, media militer PKT menerbitkan editorial terkait kasus Zhang Youxia dan Liu Zhenli, menggunakan lima tuduhan “serius” untuk memberi label politik kepada Zhang Youxia. Di antaranya: “secara serius mengkhianati kepercayaan dan amanah Komite Pusat Partai dan Komisi Militer Pusat”, “secara serius menginjak-injak dan merusak sistem tanggung jawab ketua Komisi Militer”, serta “membahayakan fondasi kekuasaan partai”.

Xi Jinping dan Zhang Youxia berasal dari daerah yang sama. Ayah mereka pernah menjadi rekan seperjuangan yang sangat dekat, dan keduanya sejak kecil dikenal sebagai teman masa kecil. 

Pada Kongres Nasional PKT ke-20 tahun 2022, Xi Jinping memecahkan preseden dengan mengupayakan masa jabatan ketiga, dan hal itu mendapat dukungan Zhang Youxia. Kini, ketika wakil ketua komisi militer yang memegang kekuasaan nyata justru disingkirkan oleh Xi, opini publik pun terkejut.

Pada 26 Januari, seorang blogger di platform X bernama Wen Rui menulis bahwa hubungan Xi Jinping dan Zhang Youxia ibarat mereka duduk di mobil yang sama melaju di jalan tol dengan kecepatan 100 mil per jam. Xi memegang setir sebagai pengemudi, sementara Zhang duduk di kursi penumpang depan.

 “Xi Jinping bertaruh bahwa Zhang Youxia sama sekali tidak berani bergerak melawannya, karena jika tidak, mobil akan hancur dan semua penumpang binasa. Zhang Youxia juga bertaruh bahwa Xi Jinping tidak berani melepaskan setir untuk menyerangnya, karena hasilnya akan sama-sama tragis, sambil berkhayal bahwa pada Kongres ke-21 Xi akan turun sendiri dari mobil,” tulisnya. 

“Namun Zhang salah perhitungan. Xi Jinping benar-benar menjadi nekat, melepaskan setir dan mulai bertarung habis-habisan dengan Zhang Youxia serta kekuatan di belakangnya. Sejak saat itu, kehancuran mobil PKT ini tinggal menunggu waktu,” tambahnya. 

Setelah Kongres ke-20 PKT, pada 8 November 2022 sore, Xi Jinping bersama jajaran pimpinan Komisi Militer mengunjungi Pusat Komando Operasi Gabungan, termasuk Zhang Youxia, He Weidong, Li Shangfu, Liu Zhenli, Miao Hua, dan Zhang Shengmin. Dari tujuh anggota Komisi Militer Pusat, kini hanya tersisa Xi Jinping dan Zhang Shengmin.

Wen Rui mengatakan, penangkapan mendadak terhadap Zhang Youxia dan Liu Zhenli relatif tidak sulit. “Namun pertanyaannya adalah, apa langkah Xi Jinping selanjutnya?”

Ia menganalisis bahwa dalam beberapa tahun terakhir, Zhang Youxia berhasil membersihkan para loyalis Xi Jinping di militer. Tanpa berlebihan dapat dikatakan bahwa saat ini militer pada dasarnya berada di bawah pengaruh bekas jaringan Zhang Youxia. Mereka yang masih bertahan adalah orang-orang yang secara langsung atau tidak langsung terlibat dalam pembersihan tersebut, atau setidaknya telah menyatakan loyalitas secara lisan.

“Bahkan jika sama sekali tidak terlibat, di mata Xi Jinping, kalian tetap dianggap sebagai pihak Zhang Youxia yang menonton dari seberang sungai, bersikap pasif, atau bahkan bersorak diam-diam. Singkatnya, setelah menjatuhkan Zhang Youxia, Xi Jinping harus melakukan perombakan besar-besaran di tubuh militer, jika tidak, ia tidak akan bisa tidur nyenyak sehari pun.”

Namun Wen Rui mempertanyakan:  “Kalau mau melakukan perombakan besar, dengan apa Xi Jinping melakukannya? Murid-murid, mantan bawahan, dan jaringan Zhang Youxia tersebar di seluruh negeri, di berbagai komando wilayah, distrik militer lokal, dan semua matra angkatan bersenjata. Banyak distrik militer lokal didominasi kelompok lama Zhang Youxia.”

Ia melanjutkan:  “Terhadap orang-orang ini, apa yang bisa dilakukan Xi Jinping? Mengandalkan Biro Pengawal Pusat di bawah Cai Qi? Atau pasukan khusus di bawah Wang Xiaohong?”
Mantan anak buah Zhang mungkin tidak akan datang ke Beijing untuk menyelamatkannya, tetapi jika Xi mencoba membersihkan mereka di daerah-daerah, itu ibarat memasuki ladang ranjau untuk menjinakkan bom—satu langkah salah, Xi sendiri bisa hancur lebih dulu.

Wen Rui menduga:  “Saat ini banyak kekuatan militer daerah sudah mengokang senjata, menunggu orang-orang Xi datang. Pertarungan selanjutnya mungkin justru yang paling menegangkan dan menentukan… tetapi saya yakin kali ini Xi Jinping benar-benar berada di ambang bencana besar.”

Hingga 26 Januari pagi, berdasarkan pengamatan terhadap situs resmi Xinhua, CCTV, People’s Daily, dan situs Pemerintah Tiongkok, dalam bagan kepemimpinan di situs-situs inti tersebut, nama Zhang Youxia dan Liu Zhenli masih tercantum. Wen Rui mengatakan, “Untuk menyatakan siapa yang sudah menang sepenuhnya masih terlalu dini. Pertarungan mematikan di balik layar mungkin jauh melampaui imajinasi kita.”

Mantan pejabat Mongolia Dalam yang kini tinggal di luar negeri, Du Wen, menulis di X bahwa PKT telah terjerumus ke dalam kondisi kacau. Banyak orang tidak memahami mengapa Zhang Youxia dan Liu Zhenli telah diumumkan “jatuh”, tetapi jabatan mereka masih tercantum di Xinhua dan situs Dewan Negara, bahkan berita-berita lama tentang mereka pun tidak dihapus. Ini, menurutnya, menunjukkan disfungsi total sistem PKT.

Du Wen merinci:

  1. Belum diselidiki tapi sudah divonis—baru diumumkan penyelidikan, tuduhan sudah dipublikasikan, ini jelas melanggar hukum;
  2. Hingga kini, secara hukum jabatan mereka masih ada—Zhang Youxia masih merupakan anggota Politbiro, anggota dan wakil ketua Komisi Militer Pusat; mereka belum diberhentikan secara resmi.

Seorang akademisi Beijing bermarga Chen mengatakan kepada Epoch Times bahwa di situs resmi PKT, nama Zhang Youxia masih tercantum sebagai anggota Politbiro, dan dalam daftar Komisi Militer Pusat, nama Zhang Youxia serta Liu Zhenli juga masih terlihat.

 “Dalam kondisi sudah diumumkan penyelidikan, situasi seperti ini sangat jarang terjadi, dan semakin menimbulkan pertanyaan tentang bagaimana pimpinan PKT akan menangani kasus Zhang dan Liu.”

Chen juga menyebutkan bahwa beberapa orang dalam sistem, termasuk pejabat tinggi yang ia kenal, belum dapat memberikan penilaian yang jelas dan konsisten.

 “Tak seorang pun benar-benar tahu. Situasi internal sangat kompleks.” Kekacauan informasi saat ini mungkin mencerminkan bahwa elite masih berada dalam tahap penyesuaian kekuasaan yang belum sepenuhnya jelas.

Sumber lain yang dekat dengan militer menilai dari sudut struktur internal bahwa perubahan mendadak personel militer tingkat tinggi di Beijing ini sangat mencurigakan, menunjukkan rezim PKT sedang berada di masa transisi yang krusial.

“Sekarang lebih pada menekan agar tidak terjadi kekacauan, tetapi apakah benar-benar bisa dibereskan, tak seorang pun yakin,” kata sumber itu. 

Pada 27 Januari, Wen Rui kembali menulis bahwa keheningan ini mungkin memiliki kemungkinan lain: Xi Jinping memerintahkan media besar untuk bungkam, sengaja menciptakan suasana seolah-olah “hanya menangkap dua orang, apa masalahnya?”—pada dasarnya Xi berpura-pura tenang dan bermain sandiwara. Namun, semakin ia berpura-pura tak peduli, semakin itu menunjukkan ketakutan mendalam di dalam hatinya. Bisa jadi, ia sendiri tidak tahu apa yang akan terjadi esok hari.

Wen Rui menganalisis bahwa empat pilar utama PKT—senjata (militer), pena (propaganda), kantong uang (keuangan), dan pisau (aparat keamanan)—dua di antaranya telah dihancurkan oleh Xi. Kantong uang telah runtuh total, militer pun sekarat. Berapa lama lagi bangunan rapuh PKT ini bisa bertahan?

 Ia memperkirakan bahwa Wang Xiaohong, yang kini menguasai “pisau”, pasti juga sangat tegang, karena Xi telah melanggar hampir semua aturan internal partai. Tak seorang pun aman—semakin dekat dengan Xi dan semakin besar kekuasaan, semakin besar pula risiko terkena sasaran. Sistem PKT telah mulai kehilangan keteraturan, dan Xi Jinping yang berada di pusat pusaran kini menghadapi bahaya yang sangat besar.

Tang Zheng

Zhongnanhai : Kantor pusat dan komplek Partai Komunis Tiongkok di Beijing


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
KTP2JB Usul Revisi UU Hak Cipta karena Banyak Konten Berita yang Dikomersialkan
• 16 jam laluviva.co.id
thumb
Bahlil Tegaskan Adies Kadir Tak Ada Lagi di Struktur Golkar: Hakim Harus Independen
• 11 menit laluliputan6.com
thumb
BPS Gunakan AI dan Geotagging di Sensus Ekonomi 2026, Libatkan 251 Ribu Petugas
• 6 jam lalukumparan.com
thumb
BRI Super League: Teja Paku Alam Bicara Catatan Clean Sheet di Kandang dan Kehadiran Layvin Kurzawa
• 6 jam lalubola.com
thumb
Thomas Djiwandono Jadi Deputi Gubernur BI, DPR: Berikan Dahulu Kepercayaan
• 18 jam lalujpnn.com
Berhasil disimpan.