JAKARTA, KOMPAS.com - Gedung Balai Kota DKI Jakarta bukan sekadar pusat pemerintahan bagi aparatur sipil negara (ASN) bekerja.
Di balik aktivitas birokrasi yang berlangsung setiap hari, gedung yang berlokasi di Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, itu juga menjadi tumpuan hidup sebagian warga yang mencari penghasilan.
Salah satunya Rohmah (57). Perempuan asal Tegal, Jawa Tengah, ini sudah puluhan tahun menjadikan Balai Kota Jakarta sebagai tempat mencari nafkah.
Baca juga: KRL Tanah Abang–Rangkasbitung Terganggu karena Patah Rel Dekat Stasiun Serpong
Setiap pagi, Rohmah datang membawa dagangan, mulai dari kacang tanah rebus, edamame, jagung, hingga ubi. Terkadang, ia juga membawa donat, gorengan, dan jajanan kering yang disimpan rapi dalam balutan kain.
Bagi Rohmah, waktu adalah segalanya. Ia tak bisa bangun kesiangan. Rebusan harus segera dijajakan sejak pagi, sebelum uap panas membuatnya layu sampai akhirnya basi.
“Setiap pagi jam 04.00 WIB itu udah mulai direbus-rebusin. Jam 05.00 WIB dibawa supaya bisa sampai Balai Kota jam 06.00 lah,” ucap Rohmah saat berbincang dengan Kompas.com di Balai Kota Jakarta, Rabu (28/1/2026).
Rohmah mengaku tidak memiliki latar belakang sebagai pedagang. Bertahun-tahun lalu, ibu dua anak ini bekerja sebagai petugas kebersihan honorer di lingkungan Balai Kota.
Krisis moneter 1998 menjadi titik balik kehidupannya. Saat itu, gedung-gedung direnovasi, aktivitas berpindah, dan pekerja honorer seperti dirinya tak lagi terserap.
“Tahun 99 saya punya anak bayi, habis itu keluar dari cleaning. Terus honor sambil dagang. Iseng-iseng dagang rebusan,” kenangnya.
Berawal dari coba-coba, dagangan rebusan itu perlahan menjadi sandaran hidup keluarga Rohmah. Dari hasil berjualan secara keliling, Rohmah mengaku bisa menyekolahkan anak, memperbaiki rumah sedikit demi sedikit, serta memastikan dapur tetap mengepul.
Baca juga: Demo Buruh Meluas, Jalan Medan Merdeka Selatan Arah Tugu Tani Ditutup
Rebusan sederhana tersebut justru digemari banyak pekerja, terutama ASN yang berusaha menjaga pola hidup sehat.
“Ada yang langganan, karenakan rata-rata ASN makannya yang sehat gitu. Jaga makanlah, buat kesehatan,” kata dia.
Puluhan tahun berjualan membuat Rohmah melewati berbagai era kepemimpinan di Jakarta, mulai dari masa Gubernur Joko Widodo (Jokowi), Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), Penjabat Gubernur Heru Budi Hartono, Teguh Setyabudi, hingga kini di bawah kepemimpinan Gubernur Pramono Anung.
Ia masih mengingat betul masa Jokowi menjabat Gubernur DKI Jakarta pada 2012. Menurut dia, periode itu menjadi masa paling “enak” untuk berdagang.
“Enaknya lagi Gubernur Jokowi tuh. Enak banget saya, alhamdulillah ngalamin ya. Enaknya itu rapat-rapat suruh pakai rebusan. Jadi ngaruh, laris,” kata dia.





