Jakarta: Virus Nipah kembali menjadi perhatian dunia kesehatan karena memiliki tingkat kematian yang tinggi dan dapat menular dari hewan ke manusia. Menurut World Health Organization (WHO), Virus Nipah merupakan penyakit zoonosis yang berasal dari hewan, terutama kelelawar buah, dan dapat menular ke manusia melalui makanan yang terkontaminasi atau kontak langsung dengan hewan yang terinfeksi. Penularan Bisa Melalui Air Liur WHO menjelaskan bahwa penularan Virus Nipah dapat terjadi melalui konsumsi buah yang sudah digigit kelelawar atau produk pangan yang terkontaminasi air liur dan urin hewan pembawa virus. Selain itu, penularan juga bisa terjadi melalui kontak langsung dengan hewan sakit seperti babi, maupun dari manusia ke manusia melalui cairan tubuh.
Baca Juga :
Kewaspadaan Global Menguat Seiring Munculnya Kasus Virus Nipah di IndiaMenurut Kementerian Kesehatan, gejala awal Virus Nipah umumnya mirip dengan flu, seperti demam, sakit kepala, batuk, dan nyeri otot. Namun pada kondisi yang lebih berat, infeksi dapat berkembang menjadi gangguan pernapasan dan radang otak (ensefalitis) yang berpotensi menyebabkan kematian. Cara Mencegah Virus Nipah Untuk mencegah penularan Virus Nipah, para ahli kesehatan menyarankan beberapa langkah sederhana dalam kehidupan sehari-hari. Berdasarkan pedoman pencegahan penyakit zoonosis dari WHO, masyarakat dianjurkan untuk menghindari konsumsi buah atau makanan yang sudah digigit atau terkontaminasi hewan, terutama kelelawar. Buah sebaiknya dicuci bersih dengan air mengalir sebelum dikonsumsi.
Selain itu, menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), menjaga kebersihan tangan merupakan langkah penting dalam mencegah infeksi. Masyarakat disarankan mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir setelah beraktivitas, terutama setelah menyentuh hewan atau berada di lingkungan luar rumah.
Langkah pencegahan lainnya adalah menghindari kontak langsung dengan hewan yang sakit, seperti kelelawar atau babi. Menurut para ahli kesehatan hewan, bagi masyarakat yang bekerja di peternakan atau lingkungan dengan risiko tinggi, penggunaan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker sangat dianjurkan.
Selain perlindungan dari luar, daya tahan tubuh juga perlu diperkuat. Menurut pakar kesehatan masyarakat, pola hidup sehat seperti tidur cukup, mengonsumsi makanan bergizi, minum air putih yang cukup, dan rutin berolahraga dapat membantu meningkatkan sistem imun tubuh sehingga lebih mampu melawan infeksi.
Para tenaga medis juga mengingatkan bahwa masyarakat perlu waspada terhadap gejala serius. Menurut Kementerian Kesehatan, apabila seseorang mengalami demam tinggi, batuk, atau sesak napas setelah melakukan kontak dengan hewan, segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan untuk mendapatkan penanganan dini.
Virus Nipah memang tergolong berbahaya, namun risiko penularannya dapat ditekan dengan kebiasaan hidup bersih dan kewaspadaan terhadap lingkungan sekitar. Menurut WHO, pencegahan menjadi langkah paling efektif karena hingga kini belum tersedia vaksin khusus untuk Virus Nipah.
Dengan menerapkan pola hidup sehat dan menjaga kebersihan, masyarakat dapat melindungi diri dan keluarga dari ancaman Virus Nipah. Kesadaran dan pencegahan dini dinilai sebagai kunci utama dalam menghadapi penyakit menular dari hewan ke manusia.
Jangan lupa saksikan MTVN Lens lainnya hanya di Metrotvnews.com.
(Calista Vanis)


