JAKARTA, KOMPAS.com - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengungkapkan, Gubernur Lemhanas RI Ace Hasan Syadzily sempat melontarkan candaan terkait dirinya yang tidak “diserang” saat Jakarta dilanda banjir beberapa waktu lalu.
Candaan tersebut disampaikan Ace saat berbincang dengan Pramono di ruang tunggu sebelum acara penandatanganan kerja sama antara Lemhannas RI dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mengenai peningkatan dan pengembangan ketahanan nasional Jakarta, Rabu (28/1/2026).
Pramono menilai, setiap kebijakan yang diambilnya tentu menimbulkan beragam respons, ada pihak yang mendukung, tetapi ada pula yang tidak menyukainya.
Baca juga: Ada Syuting yang Dibintangi Lisa BLACKPINK di Kota Tua, Sejumlah Jalan Ditutup hingga 7 Februari
“Tadi di ruang tunggu, Pak Gubernur Lemhannas bercanda sama saya. 'Ini Jakarta banjir, kenapa kok Mas Pram enggak diserang gitu?' Saya bilang, apa yang saya lakukan tentunya ada yang senang, ada yang enggak senang,” ucap Pramono.
Pramono mengakui sejumlah kebijakan yang diambil Pemprov DKI memang menuai kritik. Salah satunya kebijakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk menekan potensi banjir.
“Termasuk modifikasi cuaca, Pak Gubernur Lemhannas. Enggak semuanya orang itu senang bahwa Jakarta enggak banjir. Itu juga ada yang pengen Jakarta banjir,” kata dia.
Meski menuai kritik, Pramono menegaskan kebijakan OMC dilakukan semata-mata untuk kepentingan masyarakat luas.
“Modifikasi cuaca yang kami jalankan dikritik, enggak apa-apa. Tetapi kan yang saya lakukan ini adalah untuk kepentingan masyarakat, kepentingan publik,” kata dia.
Untuk diketahui, dalam menghadapi cuaca ekstrem yang belakangan ini terjadi, Pramono lebih memilih OMC. Awalnya, OMC dijadwalkan berakhir pada 23 Januari 2026.
Baca juga: Sempat Terkendala Izin, Pembangunan JPO Stasiun Bekasi Bakal Rampung dalam 3 Bulan
Namun, melihat perkembangan cuaca yang masih ekstrem, pelaksanaannya diperpanjang hingga 27 Januari 2026.
Kini, Pramono kembali meminta agar OMC dilanjutkan hingga 1 Februari 2026.
OMC terus digencarkan untuk mencegah banjir akibat hujan dengan intensitas tinggi.
“Untuk OMC, sekali lagi kami melihat cuaca yang ada. Hasil BMKG memang sekarang ini ada kemungkinan sampai dengan tanggal 1 Februari cuacanya kurang lebih harus dilakukan OMC,” kata Pramono di wilayah Jakarta Utara, Selasa (27/1/2026).
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang
/https%3A%2F%2Fasset.kgnewsroom.com%2Fphoto%2Fpre%2F2022%2F11%2F27%2Ffb5b31eb-79d2-4421-ad16-ea2701f133a0_jpg.jpg)
.jpg)


