Penulis: Ridho Dwi Putranto
TVRINews, Jakarta
Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menyerap sekitar 40 ribu tenaga kerja lokal untuk mempercepat pemulihan dampak banjir bandang dan tanah longsor yang melanda tiga provinsi di Sumatera pada akhir November 2025.
Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan, penyerapan tenaga kerja lokal dilakukan sebagai bagian dari upaya percepatan rehabilitasi infrastruktur sekaligus menjaga pergerakan ekonomi masyarakat terdampak bencana.
“Kita sudah mempekerjakan sekitar 40 ribu tenaga kerja lokal untuk menangani dampak bencana yang tersebar di tiga provinsi,” ujar Dody saat meninjau lokasi terdampak bencana di Kabupaten Agam, Sumatera Barat, Rabu, 28 Januari 2026.
Menurut Dody, pelibatan tenaga kerja lokal tidak hanya bertujuan mempercepat proses pemulihan, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi, khususnya bagi masyarakat di tingkat akar rumput.
Instruksi Sejak Desember 2025
Dody menjelaskan, instruksi penyerapan tenaga kerja lokal pertama kali disampaikan pada 12 Desember 2025 saat kunjungan ke Provinsi Aceh. Kebijakan tersebut kemudian diterapkan pula di dua provinsi lainnya di Sumatera.
“Padat karya harus diterapkan terutama di wilayah terdampak bencana,” ujarnya.
Kebijakan ini, lanjut Dody, sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang menekankan agar kondisi ekonomi masyarakat tidak terganggu pascabencana.
“Sesuai arahan Presiden, masyarakat terdampak bencana tidak boleh mengalami penurunan aktivitas ekonomi,” katanya.
Peran BUMN Karya
Sementara itu, Supervisor Health, Safety, Security, and Environment PT Hutama Karya Infrastruktur, Budi Setia, menyebut pihaknya turut merekrut tenaga kerja lokal dalam proses pemulihan.
“Khusus di Kecamatan Malalak, kami telah mempekerjakan 16 tenaga kerja lokal,” ujar Budi.
Para pekerja tersebut bertugas sebagai sopir truk pengangkut material hingga tenaga pendukung di lapangan. Proses rekrutmen dilakukan melalui koordinasi dengan pemerintah kecamatan setempat.
“Pemberdayaan tenaga kerja lokal merupakan standar perusahaan, dengan komposisi sekitar 40 persen dari warga setempat,” pungkasnya.
Editor: Redaktur TVRINews




